Kapolda Riau Minta Maaf

  • Kamis, 16 April 2026 - 21:35 WIB

KLIKMX.COM, ROKAN HILIR - Pasca kerusuhan yang diikuti pergantian pejabat dan personel, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung bersilaturahmi ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (16/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan usai pengukuhan 23 Duta Anti Narkoba Polda Riau di Pekanbaru, yang terdiri dari 18 warga Riau dan lima publik figur. 

Honda Februari 2026

Rombongan juga diikuti Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, serta jajaran Pejabat Utama Polda Riau.


Kedatangan rombongan disambut Bupati Rokan Hilir Bistamam, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, adat, dan agama setempat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah cooling system pasca aksi unjuk rasa yang sempat terjadi, sekaligus upaya membangun kembali kepercayaan publik dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah pesisir tersebut.

Setibanya di Panipahan, Kapolda bersama rombongan langsung menggelar silaturahmi dan dialog terbuka dengan masyarakat. Forum ini menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus refleksi atas peristiwa yang terjadi.


Di lokasi, Irjen Herry secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Panipahan.

“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Ia mengakui, peristiwa tersebut menjadi evaluasi serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjawab ekspektasi masyarakat terkait penanganan narkoba.

“Kami menyadari adanya ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” lanjutnya.

Menurutnya, kejadian di Panipahan harus menjadi momentum perubahan bagi institusi Polri.

“Peristiwa ini menjadi wake-up call bagi kami agar benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap persoalan secara nyata,” tegas lulusan Akpol 1996 itu.

Kapolda juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara aparat dan masyarakat. Ia meminta adanya mekanisme komunikasi yang lebih intens melalui forum bersama maupun kanal langsung dengan tokoh masyarakat.

Sebagai langkah korektif, Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di wilayah Panipahan, termasuk pergantian pejabat serta penempatan personel baru yang telah melalui pemeriksaan ketat.

“Kami pastikan personel yang bertugas harus bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan, Kapolda juga melakukan pengecekan personel baru, termasuk pelaksanaan tes urine sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Selain pendekatan keamanan, Kapolda menekankan pentingnya solusi sosial dan ekonomi dalam penanganan narkoba. Salah satunya melalui bantuan mesin ketinting bagi nelayan setempat.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, para Duta Anti Narkoba turut aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mereka mengunjungi Pasar Induk Panipahan dengan memberikan imbauan langsung serta membagikan kaos kampanye anti narkoba.

Kegiatan berlanjut ke Yayasan Perguruan Kartini Panipahan melalui program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba), dengan memberikan edukasi kepada pelajar agar menjauhi narkoba dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Rangkaian kegiatan ditutup di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan serta penyerahan bantuan mesin ketinting secara simbolis.

Dalam kesempatan itu, Kapolda kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyampaikan aspirasi dengan tindakan anarkis.

“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan merusak. Serahkan kepada aparat penegak hukum dan kedepankan musyawarah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan membangun kembali harmoni sosial di Panipahan.

“Kami ingin tidak ada lagi jarak antara Polri dan masyarakat. Mari bangun kepercayaan dan kerja sama demi Panipahan yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba,” tutupnya.(***) 



Baca Juga

--ads--