Dihadiri Seluruh Kepala Daerah

Kapolda Riau Buka Rakor Hadapi Ancaman El Nino: Seluruh Elemen Harus Perkuat Kesiapsiagaan

  • Senin, 27 April 2026 - 13:50 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 sebagai langkah strategis menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Niño, Senin (27/4/2026).

Rakor yang digelar di Aula Tribrata Mapolda Riau itu dihadiri Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, para kepala daerah se-Riau, jajaran TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Honda Februari 2026

Dalam sambutannya, Kapolda Riau  menegaskan bahwa potensi karhutla pada 2026 harus diantisipasi secara serius melalui langkah terukur dan kolaboratif sejak dini. Ia menekankan penanganan tidak boleh bersifat reaktif.


“Karhutla bukan persoalan yang bisa ditangani setelah kejadian. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Seluruh elemen harus memperkuat kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan,” ujar Kapolda alumni Akpol 1996 ini.

Ia menjelaskan, strategi pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiapan embung air, penguatan sekat kanal, pembangunan menara pantau, hingga penerapan pendekatan multi-helix yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Menurutnya, pencegahan tetap menjadi kunci utama, terutama melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.


“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Dampak karhutla bukan hanya soal hukum, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan masa depan daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolda juga meminta seluruh Kapolres jajarannya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk sumber air cadangan, peralatan pemadam, hingga patroli terpadu berbasis teknologi.

Selain itu, Polda Riau terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan jika kondisi darurat terjadi.

Dalam rakor tersebut terungkap, Provinsi Riau memiliki sekitar 5,3 juta hektare lahan gambut, menjadikannya salah satu wilayah paling rentan terhadap karhutla di Indonesia. 

“Secara nasional, sekitar 53.000 hektare lahan terdampak karhutla pada 2026, dengan wilayah terbesar berada di Kalimantan Barat dan Riau,” ungkap Kapolda.

Sementara itu, Plt Gubri SF Hariyanto, menegaskan seluruh daerah harus berada dalam status siaga menghadapi ancaman karhutla, tanpa perbedaan tingkat kesiapsiagaan.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering, datang lebih awal, dan berlangsung lebih lama akibat El Niño. Ini harus diantisipasi secara serius,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Dari 12 kabupaten/kota, masih terdapat dua daerah yang belum menetapkan status siaga, yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kuantan Singingi.

“Kami minta segera ditindaklanjuti agar seluruh daerah berada pada level kesiapan yang sama,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov Riau juga telah menyiapkan berbagai dukungan sumber daya, termasuk pelaksanaan apel siaga karhutla di sejumlah titik sebagai bentuk kesiapan lintas sektor. ***



Baca Juga

--ads--