Permaskab Meranti Bahas Kemiskinan Ekstrem dan Perkuat Ikatan Warga Perantauan

  • Rabu, 11 Maret 2026 - 14:26 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Rasa kekeluargaan dan suasana penuh hangat begitu terasa pada acara silaturahim Ramadan dan Buka Bersama yang diselenggarakan oleh Permaskab Meranti.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Mahmud Marzuki Tower, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Riau, pada Selasa (10/3/2026). Dengan dihadiri sekitar 250 orang warga asal Kepulauan Meranti yang bermukim di Pekanbaru, termasuk para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota Pekanbaru.

Honda Februari 2026

Acara ini menjadi momentum penting bagi warga Meranti di perantauan untuk mempererat tali silaturahim sekaligus berdiskusi dengan fokus membahas mengenai persoalan strategis daerah, khususnya isu kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Sejumlah tokoh penting asal Meranti turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Bupati Kepulauan Meranti, Kepala Bappedalitbang Kepulauan Meranti, Dr Abu Hanifah; mantan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim; mantan Ketua DPRD Provinsi Riau, Sofyan Hamzah; serta para dosen asal Meranti yang tergabung dalam komunitas akademik Asatid Meranti.

Acara diawali dengan pengantar dari Ketua Permaskab Meranti, Nazaruddin Nasir. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan warga Meranti di perantauan sekaligus menjadikan forum silaturahim sebagai ruang bertukar gagasan demi kemajuan daerah.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap kampung halaman.


“Silaturahim ini bukan sekadar temu ramah. Kita ingin menjadikannya ruang bertukar pikiran tentang masa depan Meranti, terutama bagaimana kita bersama-sama memikirkan solusi atas persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di daerah kita,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan hasil penelitian Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI mengenai kemiskinan ekstrem di Kepulauan Meranti. Ekspose tersebut disampaikan oleh Dekan FEB UMRI, Dr Mizan Asnawi, yang juga merupakan putra asli Meranti.

Dalam paparannya, ia menjelaskan sejumlah temuan penting dari penelitian yang dilakukan oleh tim akademisi FEB UMRI. Penelitian tersebut tidak hanya memotret kondisi kemiskinan ekstrem secara data dan statistik, tetapi juga mencoba mengidentifikasi faktor-faktor struktural yang mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat di Meranti.

Selain memaparkan hasil penelitian, Dr Mizan Asnawi juga menyampaikan rencana program pengabdian masyarakat yang akan dilakukan oleh FEB UMRI sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu pengentasan kemiskinan di daerah.

“Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading. Melalui penelitian dan pengabdian masyarakat, kami ingin berkontribusi langsung dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat Meranti,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dr Abu Hanifah menyampaikan apresiasi atas inisiatif Permaskab Meranti yang tidak hanya menggelar kegiatan silaturahim, tetapi juga menghadirkan forum diskusi ilmiah mengenai persoalan kemiskinan ekstrem.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat perantauan sangat penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis pembangunan Meranti ke depan.

“Masukan dari kalangan akademisi dan masyarakat Meranti di perantauan sangat penting bagi pemerintah daerah. Persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan keterlibatan banyak pihak,” ujarnya.

Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban hingga waktu berbuka puasa tiba. Para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan warga Meranti di Pekanbaru tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempererat jaringan silaturahim dan berdiskusi mengenai berbagai gagasan pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Permaskab Meranti berharap silaturahim warga Meranti di perantauan semakin kuat sekaligus melahirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti di masa depan. ***

 

 



Baca Juga