- Beranda
- Hukum & Kriminal
- Telepon Kasat Reskrim, Kapolda: Kalau Tertangkap, Bawa Pelaku Pembunuhan ke Pekanbaru dengan Baik
Telepon Kasat Reskrim, Kapolda: Kalau Tertangkap, Bawa Pelaku Pembunuhan ke Pekanbaru dengan Baik
- Sabtu, 02 Mei 2026 - 13:50 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Nofri Yandi
Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum saat berkomunikasi dengan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum memberikan dukungan langsung kepada tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, yang tengah memburu pelaku dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang perempuan lanjut usia di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Dukungan itu disampaikan Kapolda melalui sambungan telepon kepada Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah saat tim melakukan pengembangan kasus di luar daerah.
Dalam percakapan tersebut, Irjen Herry mengawali komunikasi dengan salam dan menanyakan perkembangan penyelidikan yang dilakukan tim Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama personel Ditreskrimum Polda Riau.
“Dimana Ngi?” tanya Kapolda.
“Masih di Medan, Jenderal,” jawab AKP Anggi.
Kapolda kemudian menanyakan kegiatan yang dilakukan tim penyidik. AKP Anggi menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus pencurian dengan kekerasan.
“Siap pengembangan Jenderal, pengembangan curas Jenderal,” ujarnya.
Dalam arahannya, Irjen Herry meminta seluruh personel tetap semangat dan bekerja maksimal demi mengungkap kasus tersebut. Ia menegaskan, kerja keras anggota di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Sampaikan salam saya kepada seluruh anggota. Setiap tetes keringat kalian membuat perubahan kepercayaan publik, perubahan kepercayaan masyarakat Kota Pekanbaru kepada Polresta, kepada Polda, kepada polisi,” kata Herry.
Ia juga menekankan bahwa tugas penegakan hukum bukan hanya kewajiban formal, melainkan tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat.
“Bukan hanya karena tugas, tetapi kewajiban moral yang harus dibatinkan bahwa kalian adalah pelayan masyarakat,” lanjutnya.
Kapolda turut mendoakan agar kasus tersebut segera terungkap dan mengingatkan agar terduga pelaku dibawa dengan aman apabila berhasil ditangkap.
“Kalau tertangkap, bawa orangnya dengan baik sampai ke Pekanbaru. Kita berdoa semua bisa terungkap,” tutupnya.
Sementara itu, polisi terus mendalami kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Dumaris Boru Sitio (60), yang ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Rumbai.
Dalam penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku memiliki hubungan keluarga dengan korban. Seorang perempuan berinisial AF kini masuk dalam daftar pencarian dan masih diburu petugas.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan untuk memperkuat alat bukti dan mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto melalui Kombes Pol Zahwani Pandra mengatakan, olah TKP kedua dilakukan guna memperjelas dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Ini adalah olah TKP lanjutan untuk mengungkap secara terang peristiwa dugaan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Pandra.
Menurut dia, kasus tersebut menjadi perhatian serius pimpinan kepolisian sehingga proses penyelidikan dilakukan secara maksimal.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi dan mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di rumah korban sejak 9 April 2026.
Dari hasil analisis CCTV, polisi mengaku telah mengarah kepada satu orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun penyidik masih membutuhkan alat bukti tambahan sebelum menetapkan tersangka.
Selain AF, rekaman CCTV juga memperlihatkan seorang pria yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan balok kayu. Identitas pria tersebut masih didalami penyidik.
Peristiwa itu pertama kali diketahui suami korban, Salmon Meha. Saat kembali ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan sudah meninggal dunia.
Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang berharga berupa perhiasan, paspor, uang tunai mata uang asing, telepon genggam, hingga cincin pernikahan milik suami korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban meninggal dunia akibat luka benda tumpul di bagian kepala.
“Kami akan terus mengejar pelaku di mana pun berada dan memastikan kasus ini terungkap secara tuntas,” tegas Pandra.***
