Himarohu Riau Desak Polda Tangkap IP, Kecam Aksi Premanisme terhadap Tokoh Rohul

  • Sabtu, 02 Mei 2026 - 00:16 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Jajaran Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) Provinsi Riau mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk menangkap IP yang belakangan diketahui sebagai Ketua MPC salah satu OKP di Pekanbaru. Mereka mengecam aksi premanisme yang dilakukan IP terhadap dua tokoh masyarakat Riau, yakni H Suparman SSos MSi dan H Taufik Tambusai SE.

Pernyataan resmi yang diterima Klikmx.com itu menyusul terkait beredarnya video yang memperlihatkan dugaan tindakan intimidasi, penghinaan, dan ujaran tidak pantas terhadap dua tokoh masyarakat Kabupaten Rohul, yakni 
H Suparman dan Haji Taufik Tambusai.

Honda Februari 2026

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, peristiwa tersebut diduga terjadi di salah satu kedai kopi di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru. Dalam rekaman video yang viral tersebut, tampak seorang pria yang diduga IP melontarkan kata-kata bernada keras yang dinilai tidak mencerminkan etika serta norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat Melayu Riau.


''Apabila peristiwa itu benar adanya, maka tindakan tersebut sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun. Terlebih, sosok yang menjadi sasaran dalam video tersebut adalah Pak
Suparman, yang merupakan mantan Bupati Rohul serta tokoh masyarakat yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah dan pembinaan generasi muda di Negeri Seribu Suluk,'' kata Ketua Himarohu Riau, Mexi Andrean HM, kemarin.

Sebagai organisasi mahasiswa yang berasal dari Rohul, Himarohu memandang bahwa penghormatan terhadap tokoh daerah merupakan bagian dari menjaga marwah dan nilai-nilai adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami sangat menyayangkan jika benar tindakan tersebut terjadi. Pak Suparman adalah tokoh Rokan Hulu yang telah banyak berjasa bagi daerah. Sikap tidak menghormati beliau (Suparman, red) tentu melukai perasaan masyarakat, khususnya masyarakat Rohul,” kata Mexi lagi.


Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan berbagai informasi yang berkembang, sosok yang diduga melakukan tindakan tersebut diketahui memiliki latar belakang sebagai salah satu figur yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan di Kota Pekanbaru. Namun demikian, Himarohu menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut tetap perlu diverifikasi secara menyeluruh oleh pihak yang berwenang.

''Dalam konteks yang lebih luas, Himarohu Riau menilai bahwa segala bentuk tindakan yang mengarah pada intimidasi, ancaman, maupun penghinaan di ruang publik berpotensi menimbulkan konflik horizontal serta merusak kondusivitas sosial di tengah masyarakat,'' ungkapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Himarohu secara tegas mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Polda Riau dan jajaran untuk segera mengusut tuntas dugaan aksi premanisme ini, serta menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara profesional, proporsional, dan transparan. Polri diharapkan tidak ragu mengambil langkah hukum yang tegas apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, tanpa pandang bulu.

''Ketegasan aparat penegak hukum sangat penting, guna menjaga rasa keadilan di tengah masyarakat serta mencegah terjadinya tindakan serupa di kemudian hari,'' ungkapnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, Himarohu juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi berbagai informasi tambahan yang beredar, termasuk yang mengaitkan peristiwa ini dengan isu-isu lain. Seluruh dugaan tersebut harus diserahkan kepada proses hukum, agar tidak menimbulkan fitnah maupun kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

''Kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Rohul untuk tetap menjaga sikap, tidak mudah terprovokasi, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai adat, etika, dan budaya Melayu yang mengedepankan sopan santun serta penghormatan terhadap tokoh-tokoh masyarakat,'' imbaunya.

Ia menegaskan bahwa Himarohu akan mengawal persoalan ini hingga tuntas sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. ''Sebagai organisasi mahasiswa Rokan Hulu, kami tidak bisa tinggal diam melihat dugaan tindakan yang mencederai marwah tokoh daerah kami. Namun kami juga tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Oleh karena itu, kami mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan bertindak tegas, profesional, serta transparan dalam menangani persoalan ini,” ujar Mexi.

Ia juga menambahkan bahwa Himarohu akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap menjaga kehormatan tokoh dan kondusivitas daerah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak kemenakan Rohul untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Serahkan sepenuhnya proses ini kepada penegak hukum, namun tetap kita kawal bersama agar berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. ***

 



Baca Juga

--ads--