Kabut Asap, Pemkab Kuansing Kemungkinan Besar Terapkan Belajar Daring
- Senin, 24 Agustus 2026 - 15:30 WIB
- Reporter : Riawan Syahputra
- Redaktur : Andra
Kadisdik Kuansing, Herizon mendampingi Pj Sekda Kuansing Muradi, saat wawancara doorstop dengan wartawan.
KLIKMX.COM, TELUKUANTAN - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), mulai memaksa pemerintah daerah mengambil langkah untuk melindungi aktivitas belajar siswa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing kini tengah membahas kemungkinan menerapkan pembelajaran daring atau meliburkan sekolah sebagai respons terhadap memburuknya kualitas udara.
Pj Sekda Kuansing, Muradi, mengatakan keputusan tersebut tidak akan diambil secara sepihak. Pemkab akan terlebih dahulu mengumpulkan instansi terkait untuk melihat kondisi udara dan dampaknya terhadap kesehatan peserta didik.
Muradi menyebut pihaknya akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Pendidikan untuk membahas langkah yang paling tepat.
"Kemungkinan besar belajar daring agar anak-anak tidak ketinggalan pelajaran," ujar Muradi didampingi Kepala Disdikpora Kuansing, Herizon, Senin (24/8/2026).
Menurut Muradi, opsi pembelajaran daring dinilai lebih memungkinkan dibandingkan meliburkan sekolah sepenuhnya. Dengan sistem tersebut, siswa tetap dapat mengikuti proses belajar tanpa harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Plt Bupati Kuansing, Muklisin. Muradi menegaskan, kebijakan yang nantinya diputuskan akan berlaku untuk seluruh sekolah di Kabupaten Kuansing sehingga tidak terjadi perbedaan kebijakan antarsatuan pendidikan.
"Kebijakan tersebut nantinya akan ditetapkan oleh Plt Bupati Kuansing, Muklisin agar diterapkan ke seluruh sekolah," tegasnya.
Ia mengatakan pembahasan tersebut akan segera dilakukan mengingat kondisi kabut asap yang terjadi saat ini membutuhkan respons cepat pemerintah daerah.
"Secara, ini kami mau bahan hari ini," ujar Muradi.
Sebelumnya, kualitas udara di Kabupaten Kuansing pada Senin (24/8/2026) berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, indeks kualitas udara berada di kisaran 162 hingga 183.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena aktivitas sekolah membuat anak-anak berada di luar maupun dalam lingkungan sekolah selama berjam-jam dan berpotensi memicu gangguan kesehatan. ***
