Tim Psikologi Polda Riau Dalami Kondisi Kejiwaan Remaja Bacok Bapak hingga Tewas

  • Rabu, 08 April 2026 - 19:54 WIB

KLIKMX.COM, BENGKALIS - Untuk memastikan kondisi kejiwaan remaja berinisial RMMP (19) yang secara sadis membacok bapak kandungnya, Rijal Pasaribu (47), hingga tewas, Tim Psikologi SDM Polda Riau mendatangi Mapolsek Pinggir guna melakukan pemeriksaan, Rabu (8/4/2026).

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan, proses asesmen ini dilakukan untuk mengungkap faktor yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.

Honda Februari 2026

“Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kejiwaan, stabilitas emosi, serta faktor-faktor psikologis yang kemungkinan melatarbelakangi tindakan kekerasan tersebut,” ujarnya.


Mantan Kapolres Inhu itu menjelaskan, hasil pemeriksaan psikologis nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan hukum selanjutnya.

Dalam proses tersebut, Tim Psikologi SDM Polda Riau melakukan serangkaian metode, mulai dari wawancara, observasi perilaku, hingga tes psikologi guna mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi mental tersangka.

“Langkah ini penting untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek psikologis pelaku,” kata Fahrian.


Sebelumnya, peristiwa tragis ini terjadi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. Seorang anak berinisial RMMP (19) nekat menghabisi nyawa bapak kandungnya, Rijal Pasaribu (47).

Pelaku membacok korban secara membabi buta menggunakan sebilah parang hingga tewas di tempat, Selasa (7/4/2026) siang.

Aksi sadis tersebut dilakukan saat korban sedang tertidur di dalam kamar, sekitar pukul 13.00 WIB.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, personel Bhabinkamtibmas dan piket fungsi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Saat tiba di lokasi, korban ditemukan tergeletak di dalam kamar dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala dan leher yang menyebabkan kematian di tempat.
“Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan, dengan bagian leher hampir terputus,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Fahrian, sebelum kejadian korban sempat bertengkar dengan istrinya sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu, istrinya pergi ke kebun.

Siangnya, saat korban tertidur, pelaku datang membawa parang yang diambil dari gudang dan langsung membacok korban berulang kali di bagian kepala dan leher.

“Hasil olah TKP menunjukkan korban meninggal dunia di tempat dengan luka yang sangat serius,” katanya.

Hasil visum sementara juga menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

Tidak lama setelah kejadian, tim Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Donni Widodo Siagian langsung mengamankan pelaku di lokasi.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Pinggir untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Fahrian.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau guna dilakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga pengamanan barang bukti.

Penyidik masih mendalami motif pelaku nekat menghabisi nyawa korban. Dugaan sementara, aksi tersebut dipicu konflik keluarga yang berujung pada kekerasan fatal.

“Saat ini situasi di lokasi dalam keadaan aman dan terkendali. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” tutup Fahrian.***



Baca Juga

--ads--