- Beranda
- Hukum & Kriminal
- Tak Diberi Uang, Anak Bacok Bapak Kandung saat Tidur Siang hingga Leher Hampir Putus
Tak Diberi Uang, Anak Bacok Bapak Kandung saat Tidur Siang hingga Leher Hampir Putus
- Rabu, 08 April 2026 - 06:40 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Nofri Yandi
KLIKMX.COM, BENGKALIS - Hanya karena tidak diberikan uang, seorang anak di wilayah Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, berinisial RMMP (19), nekat menghabisi nyawa bapak kandungnya, Rijal Pasaribu (47).
Pelaku membacok ayahnya secara membabi buta menggunakan sebilah parang hingga tewas di tempat, Selasa (7/4/2026) siang.
Aksi sadis tersebut dilakukan pelaku saat korban sedang tidur siang di kamar, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban mengalami luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, SIK MSi, mengatakan, personel Bhabinkamtibmas dan piket fungsi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.
Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala dan leher yang menyebabkan kematian di tempat.
“Saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan, dengan bagian leher hampir terputus,” kata Fahrian.
Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Fahrian, sebelum kejadian korban sempat bertengkar dengan istrinya sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu, istrinya pergi ke kebun.
Siangnya, saat korban sedang tidur di kamar, pelaku datang membawa parang yang diambil dari gudang dan langsung membacok korban secara membabi buta di bagian kepala dan leher.
“Hasil olah TKP menunjukkan korban meninggal dunia di tempat dengan luka yang sangat serius,” ujarnya.
Hasil visum sementara juga menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.
Tidak lama setelah kejadian, tim Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Donni Widodo Siagian langsung mengamankan pelaku di lokasi.
“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Pinggir untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Fahrian.
Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau guna dilakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Selain itu, penyidik juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan barang bukti dan pelaku.
Penyidik masih mendalami motif pelaku nekat menghabisi nyawa korban. Dugaan sementara, aksi tersebut dipicu konflik keluarga yang berujung pada kekerasan fatal.
“Saat ini situasi di lokasi dalam keadaan aman dan terkendali. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” tutup Fahrian.***
