Sambut Musda DPD II Inhil X, Golkar Berbenah
- Rabu, 26 November 2025 - 16:10 WIB
Rusdiaman Muchtar.
Partai Golkar adalah salah satu partai paling berpengalaman di Indonesia, tetapi justru karena sejarah panjang itulah Golkar harus terus beradaptasi agar tetap relevan.
Tantangan zaman datang dari tiga arah yaitu perubahan pemilih, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial dan ekonomi.
Musyawarah Daerah (Musda) Golkar bukan sekadar agenda organisasi rutin. Ia adalah momen strategis yang menentukan arah gerak partai di tingkat daerah, sekaligus cermin kualitas konsolidasi Golkar secara nasional.
Ketika Musda tinggal beberapa saat lagi, ekspektasi publik dan kader sama-sama mengarah pada bagaimana mampu menghasilkan seseorang pemimpin yang visioner. Melihat hari ini tantangan Politik Daerah berubah cepat dimana era kompetisi elektoral yang makin ketat, daerah memegang posisi kunci.
Pemimpin Golkar di daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan jaringan lama atau pola kerja konvensional. Pemimpin visioner lah yang mampu membaca peta kekuatan politik lokal secara jernih menjawab aspirasi generasi muda, mengelola mesin partai dengan modern dan profesional serta Golkar butuh figur yang tidak sekadar menjaga tradisi tetapi menggerakkan inovasi politik.
1. Meredam Faksionalisme
Golkar historisnya dipenuhi faksi berbasis tokoh maupun jaringan bisnis. Faksionalisme tidak selalu buruk, tetapi bisa melemahkan partai jika tidak dikelola dengan baik.
Konsolidasi harus maksimal serta menyentuh semua kalangan, mengakomodasi kepentingan faksi besar tanpa mengorbankan yang lain tentunya mencari alternatif atau jalan tengah. Jika faksi saling percaya, mesin partai menjadi jauh lebih solid.
2. Profesionalisasi Manajemen Partai
Golkar harus beranjak dari pola lama yang sangat bergantung pada tokoh tertentu. Untuk berbenah perlu dilakukan sistem rekrutmen yang lebih meritokratik, standarisasi pelatihan kader (political training, media handling, policy making) serta database anggota dan pemilih yang rapi.
Pengelolaan dana partai secara transparan dan partai modern yang profesional lebih mudah menghadapi kompetisi elektoral.
3. Penguatan Regenerasi Terencana
Regenerasi bukan hanya soal anak muda tampil, tetapi pengalihan kewenangan yang terstruktur. Agar survive, golkar perlu memetakan kader potensial di setiap jenjang, memberi tugas nyata kampanye digital, opini publik, advokasi isu menyiapkan pemimpin daerah untuk naik kelas kejn hingga nasional dan jika, regenerasi berjalan baik, stabilitas internal otomatis menguat.
Semua rangkaian hal-hal yang mungkin saja selalu menjadi perihal sederhana namun terkadang sifatnya berluang-ulang, sekiranya perlu dipandang sebagai sesuatu yang wajib diselesaikan secara mendalam untuk menata partai lebih baik di periode mendatang, khususnya dalam memimpin DPD II Golkar Inhil untuk berbenah.
Saya melihat salah satu figur yang mampu menyelesaikan hal tersebut adalah seorang politisi Golkar Indragiri Hilir (Inhil) adalah HM Yusuf Said SE MM, seorang politisi senior yang dekat dengan semua kalangan saya anggap mampu ke depannya mengkonsolidasikan internal partai Golkar di semua tingkatan baik itu dari para senior hingga kader muda partai Golkar Inhil.
Apalagi melihat beliau punya sejarah panjang dengan partai Golkar yang juga merupakan putra daerah. Kesimpulannya adalah untuk benar-benar menjawab tantangan zaman, Golkar perlu bergerak dalam modernisasi organisasi, regenerasi kepemimpinan nyata dan transformasi digital dan narasi politik baru serta terakhir penguatan integritas dan disiplin internal. ***
Penulis :
Rusdiaman Muchtar
Kader Partai Golkar
