Program Mudik Kebangsaan Polda Riau, Ringankan Beban Masyarakat
- Selasa, 17 Maret 2026 - 13:19 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengky Haryadi SIK MH, melepas para pemudik dari Lapangan Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Selasa (17/3/2026).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Rahmat Syarif, pengemudi ojek online (ojol) di Pekanbaru asal Rantau Prapat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan berdomisili di Air Hitam, mengaku sangat terbantu dengan adanya program mudik kebangsaan yang digelar Polda Riau.
Karena dinilai sangat meringankan beban masyarakat, khususnya para pekerja untuk pulang kampung menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan program ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat meringankan beban masyarakat,” ujar Rahmat, saat mengikuti pelepasan Program Mudik Kebangsaan Polda Riau bersama Cipayung Plus di Lapangan Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Selasa (17/3/2026).
Pelepasan empat unit bus berkapasitas 40 kursi dan dua bus kecil berkapasitas 30 kursi, dengan total peserta sekitar 140 hingga 160 orang, dilakukan Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengky Haryadi SIK MH, untuk mengantar para pemudik menuju Bukittinggi dan Solok di Sumatera Barat, serta Rantau Prapat dan Padang Sidempuan di Sumut.
Saat melepas rombongan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menyampaikan bahwa mudik merupakan tradisi tahunan masyarakat Indonesia yang memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Menurutnya, mudik bukan hanya sekadar perjalanan pulang, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai kekeluargaan.
“Tradisi ini mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan dan penghormatan kepada keluarga,” kata alumni Akpol 1996 itu.
Wakapolda mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Perhubungan RI, sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara 143,91 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada 2026. Sehingga tingginya mobilitas tersebut diprediksi berdampak pada peningkatan aktivitas transportasi di berbagai jalur utama.
“Untuk menjamin keamanan perjalanan, rombongan pemudik mendapatkan pengawalan dari personel kepolisian hingga ke tujuan. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman selama arus mudik, yang juga didukung melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026,” kata Wakapolda lagi.
Sementara itu, Ketua PW SEMMI Riau Ihkram Mulya menilai program Mudik Kebangsaan menjadi wujud nyata sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan kepolisian dalam pelayanan publik.
“Program ini bukan sekadar memfasilitasi masyarakat pulang kampung, tetapi juga menunjukkan kehadiran Polri di tengah masyarakat secara inklusif,” ujarnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika SIK MH menambahkan, pihaknya terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan lalu lintas guna mewujudkan mudik yang aman dan nyaman.
Untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi fisik, mematuhi aturan, serta memanfaatkan pos pengamanan dan rest area selama perjalanan.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan mudik aman, keluarga bahagia melalui penguatan Kamseltibcarlantas, peningkatan pengawasan di jalur-jalur rawan, serta pelayanan maksimal di pos pengamanan dan pos pelayanan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri saat berkendara,” pungkasnya. ***
