Safari Ramadan di Riau, Kapolri Ajak Elemen Masyarakat Bersatu Tingkatkan SDM
- Rabu, 18 Maret 2026 - 00:02 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan safari Ramadan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.
KLIKMX.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan safari Ramadan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru. Hadir di lokasi elemen masyarakat Riau, mulai dari tokoh agama, masyarakat, rektor Universitas, tokoh serikat pekerja/buruh, ormas/LSM, mahasiswa dan kelompok ojek online, Selasa (17/3/2026).
Jendral Sigit dalam kesempatan ini melakukan penandatanganan prasasti renovasi Masjid Al-Adzim Polda Riau dan mengukuhkan Satgas PHK Riau dan ojol kamtibmas Presisi.
Kapolri kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir berpesan untuk terus meningkatkan silaturahmi hingga menjaga nilai persatuan dan kesatuan di Riau.
"Jadi kegiatan Safari Ramadan ini merupakan roadshow kami untuk terus meningkatkan hubungan silaturahmi, soliditas dengan seluruh elemen masyarakat menghadapi situasi dan kondisi yang ada, yang tentunya kita sangat paham bahwa ada berbagai macam dinamika di lapangan yang tentunya harus kami jaga," kata Kapolri alumni Akpol 1991 itu.
Sigit menegaskan Polri menjunjung demokrasi dan menyerukan seluruh elemen bangsa seluruh elemen bangsa bisa mencegah narasi-narasi yang mampu memecah belah bangsa terus menjaga dan meningkatkan nilai persatuan serta kesatuan, di bekali kemampuan mencegah narasi-narasi yang mampu memecah belah bangsa.
"Saya titipkan jangan sampai kemudian kegiatan-kegiatan tersebut disusupi oleh hal-hal yang sifatnya bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang kemudian bisa menimbulkan kemunduran," pinta Sigit.
Di hadapan para elemen bangsa, Sigit menyerukan untuk terus menjaga dan meningkatkan nilai persatuan serta kesatuan. Dalam hal ini, Sigit menegaskan, pihaknya tetap menjunjung demokrasi. Namun yang perlu diingat adalah, semua pihak harus mampu mencegah narasi-narasi yang mampu memecah belah bangsa.
"Namun demikian, yang selalu saya titipkan jangan sampai kemudian kegiatan-kegiatan tersebut disusupi oleh hal-hal yang sifatnya bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang kemudian bisa menimbulkan kemunduran," ujar Sigit.
Sigit mengajak memanfaatkan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia menguatkan persatuan yang menjadi kunci utama berbagai tantangan dan menjadi lompatan Indonesia menuju negara maju.
Caranya, ungkap Sigit, seluruh elemen bangsa, harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengelola dengan baik sumber kekayaan alam Indonesia, demi terciptanya kemandirian bangsa sehingga bisa dirasakan manfaatnya untuk generasi selanjutnya.
"Jadi di tengah dinamika perbedaan yang ada, namun satu hal kita tetap harus bersatu untuk bisa mengawal Indonesia ini betul-betul bisa menjadi negara sesuai dengan visi kita ke depan menjadi negara besar, negara yang berada di posisi nomor tiga ataupun nomor empat di dunia," ucap Sigit.
Dalam menghadapi situasi global yang saat ini, kita lanjut Sigit, mau tidak mau tentunya juga harus selalu waspada. Sambil mengamati dan mempersiapkan diri menghadapi situasi yang ada.
Namun, Pemerintah tegas Sigit, tentunya berusaha untuk melakukan mitigasi terkait dengan situasi global, yang bisa berdampak terhadap situasi di dalam negeri. Sehingga, apapun yang dikerjakan oleh pemerintah tentunya bagian dari upaya untuk menjaga agar di tengah situasi krisis global yang ada.
Sigit menekankan Indonesia tetap terus bisa terjaga, agar perekonomian tetap bisa tumbuh. Bersama-sama dalam mengawal program-program tujuan nasional, yakni masyarakat yang adil dan sejahtera, yang menjadi harapan kita bersama yang harus kita jaga.
“Dalam hal ini, Sigit memastikan, Polri terus menjalin kemitraan untuk membangun community policing. Sehingga, Korps Bhayangkara bersama elemen masyarakat terus menjaga stabilitas kamtibmas sebagai modal utama pembangunan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia,” pungkas Sigit. ***
