- Beranda
- RIAUSTORIA
- Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Doa Bersama dan Makan Berhidang depan Masjid Agung An-Nur
Wujud Pelestarian Adat Melayu dan Penguatan Persatuan Bangsa
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Doa Bersama dan Makan Berhidang depan Masjid Agung An-Nur
- Selasa, 16 Juni 2026 - 20:37 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Hamparan hidangan yang tersusun rapi di sepanjang kawasan depan Masjid Agung An-Nur, Pekanbaru, Selasa malam (16/6/2026), menjadi saksi semangat kebersamaan ribuan masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara dan Makan Berhidang 7.000 Orang yang digelar Penggawa Melayu Riau (PMR).
Kegiatan ini bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah dan sekaligus mempertahankan tradisi makan berhidang yang sarat nilai budaya Melayu.
Ketua Umum DPP Penggawa Melayu Riau, Afrizal, mengatakan kegiatan ini digelar dengan harapan agar bangsa Indonesia mampu bangkit dari berbagai persoalan yang sedang dihadapi.
Afrizal, mengatakan saat ini kondisi bangsa sangat membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat. Sehingga, doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon keselamatan dan kebaikan bagi Indonesia.
"Pada saat ini bangsa kita banyak konflik dan banyak masalah. Itu menjadi perhatian bersama bagaimana kita mendoakan bangsa ini agar baik-baik," ujar Afrizal.
Menurutnya, masyarakat juga tidak boleh melupakan jasa para leluhur, pejuang, alim ulama, dan tokoh bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Kita harus ingat leluhur kita. Bangsa ini ada karena perjuangan mereka. Ada pejuang, tokoh alim ulama, dan para pendahulu yang telah berkorban untuk negeri ini," katanya.
Afrizal menegaskan, salah satu cara menghormati warisan para pendahulu adalah dengan menjaga adat dan budaya. Tradisi makan berhidang yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu dinilai tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman.
"Dari mengangkat budaya makan berhidang ini, kita ingin menunjukkan bahwa adat tidak bisa dihilangkan. Tradisi harus tetap hidup di tengah masyarakat," sebutnya.
Afrizal mengungkapkan antusiasme masyarakat yang hadir bahkan melebihi perkiraan panitia. Awalnya PMR menyiapkan 7.000 porsi makanan dengan tambahan cadangan sebanyak 2.000 porsi.
"Kami siapkan 7.000 porsi dan cadangan 2.000 porsi. Tadi masih banyak masyarakat yang berdiri karena begitu tingginya antusiasme yang hadir," ungkap Afrizal.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum kebangkitan bangsa sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di tengah kehidupan masyarakat modern.
"Harapan kami bangsa Indonesia bangkit dan mengalami perubahan yang lebih baik. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini budaya Melayu semakin jaya dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya," harapnya.
Kegiatan ini mengusung tema "Renungan Kebangkitan Diri dan Kebangkitan Nusantara melalui Tradisi Makan Berhidang sebagai Wujud Pelestarian Adat Melayu dan Penguatan Persatuan Bangsa".
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin H Ahmadi SHI MH dari Kementerian Agama/KUA Kecamatan Lima Puluh.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari Pusat Kajian dan Penelitian Tokoh-Tokoh Nusantara kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.
Suasana semakin khidmat saat Dr H Abid Halimi SPdI MPdC HT, Pengasuh Pondok Pesantren Alam Barzah Al Mahribi Mojokerto, Jawa Timur, menyampaikan ceramah bertajuk Renungan Kebangkitan Diri dan Kebangkitan Nusantara.
Puncak acara berlangsung saat ribuan masyarakat duduk bersama menikmati makan berhidang yang diiringi penampilan Tari Zapin dari Sanggar Tari Laksamana. ***
