DPC PDIP Siak Konsolidasi Pengurus 2026-2030, Ketua Irving: Penyeimbang Kekuasaan

  • Rabu, 07 Januari 2026 - 14:11 WIB

KLIKMX.COM, SIAK - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak menggelar silaturahmi dan konsolidasi Kepengurusan Masa Bakti 2026–2030, di Rumah Perjuangan Rakyat, Sekretariat DPC PDIP Siak.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026) itu, menjadi momentum penting menyatukan barisan partai sekaligus mempertegas arah perjuangan PDIP di tengah dinamika politik dan keterbatasan fiskal daerah.

HONDA Januari 2026

Ketua DPC PDI Perjuangan Siak terpilih, Ir H Irving Kahar Arifin ME IPU ASEAN Eng, menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar struktur organisasi, melainkan tanggung jawab ideologis dan sejarah.


“Jabatan ini bukan sekadar struktur partai, melainkan amanah ideologis dan tanggung jawab sejarah. PDIP Siak berkomitmen melanjutkan nilai perjuangan Bung Karno dan keteladanan Sultan Syarif Qasim ll dalam membela kepentingan rakyat,” ujar Irving.

Irving juga menekankan posisi PDIP sebagai kekuatan penyeimbang dalam pemerintahan daerah. ''PDIP bukan oposisi, melainkan penyeimbang kekuasaan. Program yang baik akan kami dukung, yang kurang akan kami koreksi dengan semangat membangun, demi kesejahteraan masyarakat Siak,” jelasnya.

Acara tersebut turut dihadiri para tokoh penting Siak dan Riau H Arwin AS SH, Bupati Siak pertama dua periode yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kabupaten Siak, menyampaikan apresiasi dan dukungan moral.


Dalam sambutannya, ia mengingatkan sejarah kebersamaan dengan PDI Perjuangan sejak awal dirinya didorong maju memimpin Siak, serta mengajak seluruh elemen untuk kembali membangun Siak secara gotong royong. 

Sementara itu, Drs H Syamsuar MSi, tokoh politik berpengaruh di Riau yang pernah menjabat Bupati Siak dua periode dan Gubernur Riau ke-13, menyoroti pentingnya konsolidasi dan kepemimpinan yang menenangkan rakyat.

Ia menekankan bahwa di tengah keterbatasan anggaran dan perubahan regulasi, kunci keberhasilan adalah kerja sama, kecerdasan mengelola APBD, serta kemampuan pemimpin memberi harapan dan solusi, bukan kegelisahan.

Sementara itu, Bupati Siak Dr Afni Zulkifli, dalam sambutannya menyinggung momen bersejarah kemenangan Pilkada yang diumumkan di “kandang lawan politik”, sebagai bukti kedewasaan berdemokrasi di Siak.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan anggaran provinsi yang sangat berarti di masa sulit, optimisme kebangkitan Siak paling lambat 2027, serta sikap terbuka terhadap kritik demi demokrasi yang sehat.

Dari tingkat provinsi, Kaderismanto, Ketua DPRD Provinsi Riau sekaligus Sekretaris DPD PDI Perjuangan Riau mewakili Ketua DPD PDIP Riau H Zukri Misran, mengajak seluruh kekuatan politik untuk bersatu pasca kontestasi. 

Ia mengingatkan kejayaan DPRD Siak pada masa lalu yang pernah meraih 9 kursi, dan berharap semangat itu kembali bangkit dibawah kepemimpinan Ir H Irving Kahar Arifin, demi kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau H SF Hariyanto MT, yang juga pernah menjabat Sekda Riau dan Pj Gubernur Riau, memberi penekanan kuat pada keberanian mengambil keputusan strategis demi masa depan daerah.

“Kalau kita semua takut, tidak akan pernah ada perubahan. Tidak ada obat untuk rasa takut. Kalau mau daerah ini maju, kita harus berani ambil keputusan. Jalan ini kita lebarkan bukan untuk kepentingan hari ini saja, tapi untuk anak cucu kita ke depan,” tegas Plt Gubernur Riau.

Ia juga menyinggung keterbatasan anggaran daerah yang tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak. “Anggaran kita memang kecil, tapi niat kita harus besar. APBD ini hanya pemancing supaya APBN bisa masuk. Kalau sekarang tidak kita mulai, 10–20 tahun lagi kemacetan ini akan jadi beban yang jauh lebih berat,” ungkap SF Hariyanto, menggambarkan pentingnya langkah cepat dan tepat dalam pembangunan infrastruktur.

Konsolidasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang temu lintas generasi, lintas pengalaman, dan lintas pandangan politik. Dari para senior yang meletakkan fondasi, hingga pemimpin muda yang memegang estafet, semuanya bertemu dalam satu tekad: Siak harus bangkit, Siak harus maju, dan rakyat harus sejahtera.

Di Rumah Perjuangan Rakyat itu, bukan hanya kepengurusan yang dikukuhkan, tetapi juga harapan yang diteguhkan. Bahwa perbedaan politik tidak harus berujung perpecahan, dan bahwa keberanian, kebersamaan, serta niat yang tulus adalah modal terbesar untuk mengembalikan kejayaan Siak di masa depan. ***



Baca Juga