Bau Limbah Septic Tank Lapas Pekanbaru Ganggu Kenyamanan Warga 

  • Senin, 30 Maret 2026 - 16:20 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU -- Masyarakat sekitar lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gobah Pekanbaru, mengeluhkan bau tidak sedap yang berasal dari septic tank Lapas. Hal itu telah disampaikan ke pihak terkait. 

Setelah menerima aduan, pihak terkait langsung menyampaikan permintaan maaf dan melakukan langkah-langkah penanganan awal secara sigap dan terukur, Senin (30/3/2026).

Honda Februari 2026

Kepala Lapas Pekanbaru Yuniarto, langsung melakukan pengecekan ke lokasi sebagai bentuk tanggungjawab dengan melihat langsung sistem sanitasi dan instalasi pengolahan limbah guna mengidentifikasi sumber permasalahan.


“Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya gangguan teknis yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan,” kata Yuniarto.

Usai peninjauan, Yuniarto mengaku,  pihaknya langsung memanggil jasa sedot tinja guna mengurangi potensi penumpukan limbah yang diduga menjadi sumber bau tidak sedap. 

“Upaya ini merupakan langkah awal untuk mengatasi permasalahan secara langsung sambil menunggu hasil pengecekan teknis secara menyeluruh,” kata Yuniarto.


Sebagai bentuk evaluasi untuk memastikan sistem pengelolaan limbah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak Kelas IIA Pekanbaru bersama Kanwil Ditjenpas Riau akan menggandeng instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan pihak teknis lainnya. 

Yuniarto juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat aroma tidak sedap tersebut. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aduan dan masukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Yuniarto.

Sebagai bagian dari upaya transparansi serta peningkatan kualitas pelayanan publik, Yuniarto juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menerima laporan, masukan, maupun informasi tambahan. 

“Melalui langkah-langkah yang telah kami lakukan diharapkan permasalahan dapat segera teratasi dan tidak kembali menimbulkan gangguan bagi warga sekitar. demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan bersama,” harap Yuniarto.***



Baca Juga