Kasat Reskrim dan Kasat Resnarkoba Diganti

Pimpin Sertijab Dua Kasat, Kapolresta : Pejabat Baru Harus Responsif Ungkap Kejahatan

  • Selasa, 03 November 2020 - 11:09 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU --Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya memimpin serah terima jabatan (Sertijab) dua kepala satuan (Kasat) di jajarannya. Berlangsung di Aula Zapin gedung Mapolresta Pekanbaru, Selasa (3/10/2020) pagi.  

Dua pejabat yang disertijabkan yakni Kasat Resnarkoba dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru. 

Honda Februari 2026

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, acara berlangsung khidmat. Dihadiri Wakapolresta Pekanbaru AKBP Yusuf Rahmanto, dan seluruh pejabat utama (PJU) serta Kapolsek jajaran Polresta Pekanbaru. 


Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru saat ini dijabat oleh AKP Juper Lumban Toruan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru. Sementara, jabatan yang ditinggalkan AKP Juper Lumban Toruan diisi oleh AKP Ryan Fajri yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Dumai.

Sementara itu, Kompol Awalludin Syam yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru kini menempati tugas baru nya sebagai  Kasubagminopsnal Ditbinmas Polda Riau.

Dalam sambutannya, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, agar kepada pejabat yang baru saja dilantik agar segera tancap gas menyesuaikan dan beradaptasi dengan posisinya yang baru. 


Seorang pejabat, lanjut Nandang harus mampu bersinergi untuk meningkatkan performa kinerjanya, serta mampu melakukan terobosan baru dalam upaya mengurangi angka kriminalitas yang tren nya terus meningkat. 

"Kasat yang baru harus dapat meningkatkan performa kinerja nya dan melakukan adaptasi dengan lingkungan kerja yang memiliki terobosan kreatif," ujar Kapolresta.

Menurutnya, tantangan kedepan semakin berat. Kriminalitas yang dilakukan saat ini dengan beragam cara, oleh karena itu diperlukan trobosan kreatif. Apalagi saat ini kriminalitas C3 yaitu pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih mendominasi. 

"Modus kejahatan berkembang pesat, pelaku kejahatan kian pintar dengan berbagai modus baru seiring perkembangan jaman. Maka perlu menguasai teknologi untuk jajaran Reskrim maupun Satresnarkoba dalam rangka menciptakan kamtibmas dan menumpas kasus C3," pungkasnya.***



Baca Juga

--ads--