Video Wabup Inhil Diduga Kritik Bupati Soal APBD, Kejati : Kalau Ada Indikasi Korupsi, Laporkan



KLIKMX.COM, PEKANBARU -- Viral video Wakil Bupati Inhil, Syamsudin Uti yang diduga mengkritik Bupati HM Wardan, terkait tak disertakan dirinya dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil tahun 2022 mendapat tanggapan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

"Kalau memang ada kecurigaan yang mengarah ke indikasi tindak pidana korupsi, silakan lapor ke kami. Bisa di Kejati Riau, atau Kejari Inhil," kata Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto SH saat ditemui  klikmx.com Rabu (1/12/2021).

"Kami bekerja secara profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan," sambungnya.

Promo Lexi

Dalam video viral itu, orang nomor dua di Negeri Seribu Parit itu mengatakan, tidak diikut sertakan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil tahun 2022. 

Bahkan, dia mengaku, selama menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil, dirinya tidak pernah didatangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyampaikan terkait hal apapun.

“Saya tidak pernah didatangi OPD-OPD atau OPD tidak berani dekat dengan saya. Saya pun tidak tahu, kalau hari ini terjadi sesuatu saya katakan saya tidak tahu. Kalau mau marah, marah lah,” ucapnya.

“Saya kan pakai SK juga menjabat wakil bupati ini. Saya tahu apa sebab, apa gerangan, banyak hal yang tidak saya ketahui. Dan di 2022 ini saya banyak tidak tahu,” sambungnya dalam rekaman video yang disampaikan saat rapat paripurna DPRD beberapa pekan lalu.

Di hadapan para wakil rakyat, Syamsudin Uti menyinggung penyodoran dirinya maju menjelaskan perihal APBD Inhil. Ia mengatakan, seyogyanya pemerintah daerah dapat memberikan selembar kertas kepada dirinya tentang arah dan kebijakan pembangunan.

“Ini loh, kebijakan pemerintah yang harus kita laksanakan, tolong pak Wabup, tolong ditindaklanjuti,” katanya. 

Menurutnya, kalau ada pemberitahuan, dirinya bisa bicara sama semua anggota DPRD Inhil. Kemudian mengajak, ayo kita sama-sama duduk.

"Saya bisa bicara dengan bapak semua di sini. Ayo kita duduk sama-sama, apa yang mau kita pecahkan (masalah daerah,red),” ujarnya.

Masih dalam video itu, Syamsudin Uti menegaskan, kalau dirinya juga dipilih rakyat dan bekerja untuk rakyat.

"Kita bekerja untuk rakyat, kita berjanji untuk rakyat, bapak jadi Dewan juga berjanji kepada rakyat. Kalau bapak tidak tepati janji apa yang terjadi,” tanya Syamsudin dihadapan para anggota DPRD Inhil dengan nada kesal.

Tidak sampai di situ, Syamsudin juga menyampaikan rasa kecewanya atas semua yang terjadi selama dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil.

"Saya sampaikan kecewa saya hari ini. Berbicara soal ini, tapi tetap saya akan bergandengan tangan hingga 2023. Saya sedih, ternyata saya hanya tidak diajak berbicara soal ini,” kesal Syamsudin menyinggung tidak diajak sejak awal merancang APBD Inhil,“ katanya.

"Apa sebab OPD-OPD takut dekat sama saya. Atau karena takut diancam, ancam ajalah. Ngak ada masalah,” sambungnya dengan nada ketus.

Syamsudin juga menyampaikan permohonan maaf kepada ketua DPRD Inhil dan hadirin yang hadir, atas ucapannya dalam rapat Paripurna tersebut.

"Mohon maaf pak Ketua, saya menyampaikan nurani saya Ketua, di hadapan Paripurna yang berbahagia ini. Kalau boleh jujur biar tahu semua, hari ini pembantu desa lebih besar harganya daripada seorang wakil bupati dan kita semua,” tuturnya.

Dia juga meminta hubungannya dengan Bupati Inhil, HM Wardan jangan dirusak, yang sedari awal sepakat untuk membangun Inhil.

“Tapi jangan lah dirusak hubungan saya dengan HM Wardan yang sedari awal dari awal seiya sekata membangun Indragiri Hilir. PKS dukung saya, PAN dukung saya. Semua juga mendukung untuk bagaimana membangun Inhil lebih maju. Cobalah kasih saya selembar ini loh arah kebijakan nya pak, baca saya. Saya baru tahu inilah isinya,” kata Syamsudin, sambil mengangkat kertas yang ia bacakan di hadapan anggota dewan.

"Berarti saya tidak ada apa-apanya, tapi saya tidak ada masalah. Saya ingin berkawan dengan PDI dan fraksi lainnya,” sambungnya lagi.

Usai menyampaikan curhatnya, kepada wartawan ia mengatakan, apa yang disampaikannya adalah masukan bagi dirinya dan pemerintah Kabupaten Inhil tempatnya bekerja.

"Ini masukan yang positif agar terjadi kemajuan di Kabupaten Inhil. Ini kritikan terhadap saya sendiri dan pemerintah Inhil sendiri,” ucapnya. =MX7

Baca Juga