Pelanggaran Jelang Operasi Keselamatan LK 2026, Masih Didominasi Pengendara di Bawah Umur
- Minggu, 01 Februari 2026 - 05:42 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Masih banyak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara anak di bawah umur.
Hal itu terbukti dari hasil penyisiran Tim Patroli Blue Light Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, di sejumlah titik keramaian dan jalan protokol di Kota Pekanbaru, Sabtu malam (31/1/2026).
Berbagai pelanggaran kasat mata ditemukan, di antaranya pengendara tidak menggunakan helm berstandar SNI, berboncengan lebih dari satu orang tanpa helm, tidak menggunakan pelat nomor, tidak memasang spion, serta menggunakan knalpot brong yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Menariknya, dalam kegiatan penyisiran tersebut, petugas juga melaksanakan uji cek alkohol terhadap pengendara yang dicurigai mengonsumsi minuman beralkohol.
“Patroli ini difokuskan pada monitoring dan penertiban aktivitas lalu lintas di Kota Pekanbaru dalam rangka mewujudkan Riau yang tertib, aman, dan berkeselamatan dalam berlalu lintas,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Galih Apria.
Galih lanjut menjelaskan, dalam patroli ini pihaknya melakukan pendataan sekaligus edukasi kepada para pelanggar, menjelang bulan suci Ramadan serta pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning (LK) 2026 yang akan digelar secara serentak di Provinsi Riau mulai 2 Februari 2026.
“Ditlantas Polda Riau berupaya meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif sebagai langkah awal pembinaan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Jeki Rahmat Mustika SIK MH, mengatakan bahwa berdasarkan laporan di lapangan, pelanggar lalu lintas masih didominasi oleh pengendara di bawah umur.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua dan keluarga, untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya.
“Kegiatan Patroli Blue Light ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” tegas Kombes Jeki.
Karena berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, Kombes Jeki mengimbau para orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum cukup usia.
“Kami berharap dengan langkah ini dapat terwujud Riau yang tertib berlalu lintas, aman, dan ramah lingkungan,” harap Kombes Jeki.
Mantan Kapolres Pekanbaru ini menjelaskan bahwa Patroli Blue Light bukan semata-mata kegiatan penindakan, melainkan bentuk upaya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar lebih disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Keselamatan adalah kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Yanto, salah satu warga Jalan Diponegoro, tepatnya di depan PMI Riau, yang menyaksikan kegiatan, mengapresiasi patroli yang dilakukan Ditlantas Polda Riau.
“Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian. Setelah pukul 22.00 WIB sering ada anak-anak remaja yang nongkrong dan melakukan balap-balapan. Penertiban ini sangat kami dukung demi keselamatan bersama,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah kendaraan diberikan tilang teguran disertai pendataan untuk pembinaan lanjutan. Para pelanggar, khususnya kalangan remaja, akan diberikan edukasi mengenai tata cara berkendara yang benar serta ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejalan dengan program Green Policing Kapolda Riau. ***
