Polda Riau Kenang Keteladanan Reno, Anjing K9 Gugur dalam Misi Kemanusiaan

  • Minggu, 01 Februari 2026 - 08:54 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Warna hijau khas Green Policing mewarnai area Car Free Day (CFD), tepatnya di belakang Pos Gurindam I, Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, Ahad (1/2/2026).

Kegiatan kali ini dalam rangka mengenang keteladanan Reno, anjing pelacak tim K9 Direktorat Samapta Polda Riau.

HONDA Januari 2026

Dalam aktivitas ini, panitia turut menampilkan keterampilan Domi, rekan Reno, personel K9 Direktorat Samapta Polda Riau dalam simulasi mengendus keberadaan narkoba. 


Selain itu, Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MHum bersama Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengky Heryadi  SIK MH, serta tamu undangan di antaranya Ketua MKA LAMR Riau Datok Marjohan Yusuf, juga turut membubuhkan tandatangan di atas prasasti bergambar “Reno”.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, selaku penggagas program Green Policing, hadir langsung dalam kegiatan yang mengusung tema “Jejak Menapak, Reno Sang Pahlawan Kemanusiaan”. Turut mendampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi serta para pejabat utama Polda Riau.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Presiden Indonesia Cat Association (ICA) Russy Idrus, sejumlah komunitas pecinta hewan, serta masyarakat umum yang memadati lokasi acara.


“Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi Reno dalam berbagai tugas kemanusiaan dan penegakan hukum bersama Polda Riau,” ujar Kapolda Riau, dalam sambutannya.

Reno, yang menjadi andalan Polda Riau dalam berbagai misi kemanusiaan, dinilai telah mengajarkan makna kemanusiaan, kesetiaan, serta pengabdian tanpa pamrih.

“Selama bertugas, imbalan Reno hanyalah makanan. Namun, dedikasinya luar biasa dan tulus,” ujar Kapolda yang akrab disapa Herimen.

Alumni Akpol 1996 itu menyebutkan, Reno memiliki peran penting dalam berbagai misi, salah satunya pencarian korban bencana dan tugas-tugas kemanusiaan lainnya. Reno mati pada 30 November 2025 di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, dalam usia 8 tahun 4 bulan.

“Reno gugur saat menjalankan tugas sebelum bantuan lain tiba di lokasi,” ungkap Kapolda.

Menurut Irjen Herry, sebagai bagian dari keluarga besar Polda Riau, kontribusi Reno sangat nyata dalam membantu tugas-tugas kemanusiaan. Ia juga mengungkapkan bahwa Reno dalam waktu dekat akan menerima penghargaan khusus dari Kapolri.

“Rencananya akan diberikan secara resmi pada pekan ini,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen Polda Riau menjaga kelestarian alam dan mewujudkan Riau yang hijau, Irjen Herry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan nilai solidaritas, loyalitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya mengajak seluruh rekan-rekan untuk terus menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, terutama solidaritas, pemahaman tentang global security, serta etika lingkungan. Dengan menjaga lingkungan secara berkelanjutan, kita dapat menjadikan Riau lebih hijau, berperan sebagai paru-paru dunia, sekaligus menghapus stigma negatif bahwa Riau selama ini dikenal sebagai daerah pengekspor asap,” ujar Kapolda.

Sementara itu, Presiden Indonesia Cat Association (ICA) Russy Idrus menyampaikan bahwa Polda Riau merupakan Polda kedua di Indonesia yang menggelar kegiatan serupa setelah Polda Papua.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan diikuti oleh Polda-Polda lainnya. “Kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap satwa dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, komunitas dan individu pecinta hewan (pet lovers) di Provinsi Riau juga mendeklarasikan dukungan penuh terhadap program Green Policing Polda Riau. Deklarasi ini menjadi simbol sinergi antara kepedulian lingkungan dan perlindungan satwa.

Para pet lovers menyampaikan apresiasi atas komitmen Polda Riau dalam menjaga kelestarian alam. Mereka menilai lingkungan yang hijau, asri, dan bebas polusi merupakan habitat sehat bagi seluruh makhluk hidup, baik manusia, hewan peliharaan, maupun satwa liar di Bumi Lancang Kuning. 

Mereka juga mendukung langkah tegas Polda Riau dalam menindak kejahatan lingkungan, termasuk pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta perusakan ekosistem.

Kegiatan ditutup dengan parade pet lovers. Berbagai hewan peliharaan milik masyarakat melintasi jalur CFD sebagai simbol kepedulian terhadap satwa dan lingkungan. ***

 



Baca Juga