Refly Harun Berharap Prabowo tidak Capres Lagi 2029
- Kamis, 11 Juni 2026 - 05:40 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
Refly Harus, pengamat politik, pakar hukum tata negara dan akademisi.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Pengamat politik, pakar hukum tata negara dan akademisi Refly Harun berharap Prabowo Subianto tidak lagi mencalonkan diri sebagai calon presiden pada 2029, cukup sebagai penyelenggara Pilpres yang benar.
"Jadilah sebagai presiden yang mengembalikan kedaulatan rakyat, mengembalikan demokrasi pada tempat yang sebenarnya," katanya pada acara Deklarasi Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) di rumah makan Khas Melayu, Simpangtiga, Pekanbaru, Rabu (10/6/2026) kemarin.
Menurut Refly, kalau Prabowo ikut Pilpres dia pasti menang dalam kondisi demokrasi sekarang ini. "Lihat posisi partai, dari delapan partai, tujuh partai di parlemen adalah koalisi pemerintah. Satu partai - Partai Megawati, yang sejati oposisi posisinya pun lebih dekat ke pemerintahan."
Megawati, tambah Refly, punya dua posisi juga di pemerintahan sekarang ini, antaranya sebagai Ketua Dewan Penasehat BRIN, kemitraannya ada sejumlah lembaga pemerintahan lainnya, termasuk Kementerian Keuangan.
Menanggapi pertanyaan peserta diskusi pada deklarasi GMKR Riau ini, Said Didu yang duduk sebagai pembicara bersama Refly Harun mengatakan, dia belum yakin betul Prabowo akan maju pada Pilpres 2029 walaupun sebelumnya Prabowo sudah menyatakan akan maju.
Said Didu mengatakan, ada kesan Prabowo ingin memperbaiki kekacauan sistem bernegara di negara ini dengan telah mengoreksi beberapa kebijakan dan pelaksanaan proyek-proyek besar, dan menyeret orang-orang yang melakukan korupsi, di antaranya dia menyeret loyalisnya yang menangani proyek MBG.
"Semoga Prabowo melakukannya koreksi terhadap Koperasi Merah Putih dan proyek lainnya. Mengevaluasi dan melakukan perbaikan ini sampai lembaga lainnya," tambahnya.
Menurut Said Didu, pihak yang menghendaki Prabowo maju itu geng Solo, maksudnya agar Gibran bisa diganding. Andai Prabowo maju pun belum pasti dia mau berpasangan lagi dengan Gibran.
Said Didu menanggapi ini karena adanya kecemasan peserta diskusi yang tidak yakin kalau Prabowo tidak mencalonkan diri lagi sebagai calon presiden 2029.
"Indikasinya, Prabowo tetap memasang dan memakai kunci-kunci yang sudah dipakai Jokowi untuk memenangkan Jokowi dan juga Prabowo pada periode-periode lalu itu. Seperti Qodari dan Dudung Abdurrahman. Qodari itu seakan KPU harus menyesuaikan angka surveinya 58% untuk memenangkan Prabowo," kata Mosthamir Thalib, salah seorang peserta dalam diskusi ini. ***
