- Beranda
- Lingkungan
- Kapolda Riau Luncurkan Buku 'Sayangi Aku' di Festival Seni Konservasi Panggung Gajah
Kapolda Riau Luncurkan Buku 'Sayangi Aku' di Festival Seni Konservasi Panggung Gajah
- Minggu, 12 April 2026 - 00:02 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHm meluncurkan buku berjudul “Sayangi Aku”, di Festival Seni Konservasi Panggung Gajah sembari memberikan bibit pohon kepada anak-anak, di kawasan Rumah Tuan Kadi, Sabtu (11/4/2026) malam.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHm meluncurkan buku berjudul “Sayangi Aku”, di Festival Seni Konservasi Panggung Gajah di kawasan Rumah Tuan Kadi, Sabtu (11/4/2026) malam.
Buku ini berisi pesan moral tentang kepedulian terhadap satwa, khususnya Gajah Sumatera.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengungkapkan pelaksanaan festival dan sekaligus peluncuran buku ini bertujuan agar masyarakat, khususnya anak-anak, untuk lebih menyayangi dan peduli terhadap kelestarian Gajah Sumatera yang kini kian terancam.
Pertunjukan pada teaterikal diikuti para seniman Riau. Rangkaian acara, dilakukan pembacaan puisi, lomba menulis puisi tingkat nasional, serta lomba mewarnai yang melibatkan anak-anak sebagai bentuk edukasi sejak dini tentang pentingnya menjaga satwa dilindungi.
“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Riau dan Komunitas Seni Rumah Sunting, dengan tujuan membangun kesadaran publik terhadap ancaman yang dihadapi gajah di alam liar,” ungkap Irjen Herry.
Herimen sapaan akrabnya menegaskan, kondisi Gajah Sumatera saat ini semakin memprihatinkan disebabkan adanya alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan serta maraknya perburuan liar.
Menurutnya, faktor tersebut kerap memicu konflik antara manusia dan satwa di sejumlah wilayah di Riau. “Hari ini kita hadir dalam momentum 11 April untuk mengajak seluruh masyarakat Riau peduli terhadap gajah yang tidak bisa bersuara. Kita harus menjadi wakil mereka untuk menjaga kelangsungan hidupnya,” ujar Alumni Akpol 1996 itu.
Kapolda juga menyampaikan pihaknya telah mengungkap sejumlah kasus perburuan gajah sebagai bentuk berkomitmen untuk mendukung upaya pelestarian bersama pihak terkait, bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau serta pengelola Taman Nasional Tesso Nilo.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya terhibur, tetapi juga tergerak untuk ikut menjaga habitat alami gajah. Karena edukasi kepada anak-anak dinilai penting agar generasi mendatang memiliki kesadaran tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan satwa liar,” pungkas Kapolda. ***
