Astaga! Diduga Oknum Pimpinan Ponpes Cabuli Santri Hingga Melahirkan, Korbannya Banyak

  • Rabu, 08 Juli 2026 - 11:26 WIB

KLIKMX. COM, TELUKKUANTAN - Film Walid dari Malaysia yang menceritakan kelakuan bejat oknum pimpinan pondok pesantren yang suka mencabuli santrinya, diduga ada juga di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). 

Diduga ada seorang oknum pimpinan Pondok Pesantren di daerah Kecamatan Singingi Hilir, telah melakukan pencabulan terhadap beberapa santri wanitanya. Parahnya diduga sampai ada yang melahirkan.

Honda Juni 4

Informasi yang diperoleh Pekanbaru MX, Selasa (7/7/2026) malam, sekelompok pemuda mendatangi sebuah rumah warga yang diduga sebagai korban pelecehan seksual seorang oknum kyai pengasuh pondok pesantren berinisial I yang mengelola salah satu Ponpes di salah satu desa di Kecamatan Singingi Hilir.


Kedatangan para pemuda dipicu kabar yang menyebut sedikitnya lima santriwati diduga menjadi korban pencabulan. Satu korban bahkan disebut telah melahirkan beberapa hari lalu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kemarahan para pemuda muncul karena dugaan pelecehan seksual tersebut selama ini dinilai hanya menjadi pembicaraan tertutup di tengah masyarakat.

Warga maupun keluarga korban disebut memilih diam karena merasa takut dan segan terhadap I yang dikenal sebagai seorang kyai sekaligus tokoh agama.


"Kami panggil I tadi malam di rumah salah satu korban. Korbannya yang ini sudah menikah. Malam itu ia mengaku ada lima korban," ujar warga yang minta namanya dirahasiakan, Rabu (8/7/2026).

Sejumlah sumber juga menyebut, salah seorang korban diduga telah mengalami pelecehan seksual sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Namun, dugaan tersebut tidak pernah dilaporkan kepada aparat sehingga hanya berkembang menjadi desas-desus di lingkungan sekitar.

Kasus itu mulai mencuat ketika seorang santriwati berumur sekitar 23 tahun, melahirkan di kamar pondok pesantren tersebut.

Santri wanita itu pun dibawa ke sebuah klinik untuk mendapatkan penanganan medis karena plasenta masih teringgal di rahim.

Peristiwa itu disebut menjadi titik awal terbukanya dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya tertutup rapat.

Awalnya santri wanita itu dikabarkan enggan mengungkap siapa ayah dari bayi yang baru ia lahirkan.

Namun setelah mendapat desakan, ia akhirnya mengaku bahwa pelaku yang diduga melakukan perundungan adalah oknum pimpinan ponpes itu.

"Kabar santri melahirkan anak oknum pimpinan ponpes itu membuat kami geram dan ingin mengusut masalah ini agar tidak ada korban lainnya," ujar sumber Pekanbaru MX itu.

Pengakuan tersebut juga memunculkan fakta bahwa pencabulan itu terjadi dalam waktu beberapa tahun.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh Pekanbaru MX, persoalan tersebut kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.

Penyelesaian damai itu membuat dugaan kasus tidak berlanjut ke proses hukum dan tetap tertutup dari publik.

Keluarga korban diduga memilih langkah tersebut karena merasa segan dan takut terhadap pengaruh oknum pimpinan ponpes sebagai tokoh agama di lingkungan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Pekanbaru MX juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari oknum pimpinan Ponpes itu mengenai tuduhan yang beredar. Namun nomor kontaknya tidak aktif.

Kabarnya oknum pimpinan Ponpes itu akhirnya diamankan di Polres Kuansing.

Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alfredo ketika dihubungi Pekanbaru MX belum bisa berkomentar, karena masih malangsungkan kegiatan disalah satu desa. "Belum bisa komentar. Masih acara di Desa," Ujar Iptu Alfredo.(***) 



Baca Juga

--ads--