- Beranda
- Hukum & Kriminal
- Polisi Tembak Kurir Sabu dan Cartridge Etomidate, Coba Menabrak dengan Speedboat
Polisi Tembak Kurir Sabu dan Cartridge Etomidate, Coba Menabrak dengan Speedboat
- Selasa, 28 April 2026 - 13:58 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, MERANTI - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Kepulauan Meranti menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar, yakni 27 kilogram (Kg) sabu serta 260 cartridge yang diduga mengandung etomidate di perairan Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyuh, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Senin (27/4/2026).
Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari Operasi Antik Lancang Kuning 2026 yang difokuskan untuk menekan peredaran narkotika lintas negara melalui jalur perairan.
“Dalam operasi ini, petugas mengamankan dua pria berinisial K (26) dan S (38) yang diduga berperan sebagai kurir,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Prawira, Selasa (28/4/2026).
Rincian barang bukti yang diamankan di antaranya 27 paket sabu yang terdiri dari 17 paket bermerek Chinese Pin Wei dan 10 paket bermerek Gold Leaf.
Selain itu, turut diamankan 260 cartridge berbagai merek yang diduga mengandung etomidate, dua unit telepon genggam, satu unit speedboat, serta sejumlah tas yang digunakan untuk menyimpan barang bukti.
Kombes Putu menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman narkotika dari Malaysia melalui jalur perairan Selat Akar dalam jumlah besar. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti dengan melakukan penyelidikan intensif.
Saat proses penghadangan sekitar pukul 09.00 WIB, speedboat yang ditumpangi para tersangka berusaha melarikan diri (kabur). Petugas sempat memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan laju kapal.
“Salah satu tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki. Karena mencoba menabrak petugas dengan speedboat. Saat ini yang bersangkutan telah mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
Berdasarkan hasil tes urine, kedua tersangka diketahui positif mengandung methamphetamine dan amphetamine. “Kasus ini masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan sindikat narkotika lintas negara dalam kasus tersebut,” pungkas Putu. ***
