DLHK Siak Bilang Begini soal SPPG Al Fazza 3
- Senin, 04 Mei 2026 - 17:03 WIB
- Reporter : Irvan Zaiza
- Redaktur : Andra
Sisa minyak dari dapur Al Fazza 3 Tualang.
KLIKMX.COM, TUALANG - Keseriusan mitra dapur maupun SPPG Al Fazza 3 di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, dalam menjalankan program Pemerintah Pusat, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) patut dipertanyakan.
Kenapa tidak, di dalam komentar di salah satu media bahwa pihak SPPG maupun Mitra sangat serius bahkan sudah investasi cukup besar kepada program Pemerintah Pusat tersebut.
"Kami tidak main-main dalam menjalankan program MBG ini. Investasi besar telah kami kucurkan untuk memastikan dapur ini memenuhi standar. Saat ini pemasangan sedang digesa dan insyaallah segera tuntas agar operasional berjalan lancar sesuai aturan yang berlaku,” ujar Mitra Dapur Al Fazza 03, M Aris Fadilah dalam keterangan media tersebut.
Hal senada juga disampaikan Muhammad Nanang selaku Kepala SPPG Al Fazza 3. Ia menegaskan bahwa seluruh relawan dan kru dapur berkomitmen penuh menjaga integritas program nasional ini.
Selain fokus pada pembangunan IPAL, pihaknya juga memastikan area drainase di sekitar lokasi tetap terjaga kebersihannya dari sisa-sisa material operasional.
Pernyataan Mitra dan SPPG Al Fazza 3 itu berbanding terbalik dengan apa yang terjadi. Selama 6 bulan operasi, pihak Mitra Dapur maupun SPPG Al Fazza 3 baru membangun IPAL.
Mereka memesan IPAL sejak pertengahan April lalu dan baru dipasang Kamis (30/4/2026) lalu. Padahal keberadaan IPAL sangat penting untuk kesehatan masyarakat sekitar.
Di mana letak keseriusannya?
"Kita sangat menyayangkan itu terjadi, IPAL itu wajib," kata Kabid P3KLHK DLHK Siak Masfria Stiadi MSi kepada Klikmx.com di Siak, Senin (4/5/2026).
Pria yang kerap disapa Yadi itu mengakui sudah turun ke dapur Al Fazza 3 beberapa hari yang lalu. "Kita sudah menegur mereka, memang di lapangan ditemukan limbah berupa minyak, kita suruh bersihkan,'' kata Yadi
Terkait pemasangan IPAL persis di depan Dapur SPPG Al Fazza 3 itu, DLHK Siak sempat menyarankan letak di belakang dapur.
"Saya sarankan letak di belakang dapur IPAL-nya, tapi karena tidak lahan mereka, mereka pasang di depan. Intinya, proses limbah itu memenuhi standar baku mutu, jangan sampai komplain masyarakat lagi. Kalau sudah dipasang IPAL, hasilnya bisa dibawa ke lab untuk diuji, apakah benar memenuhi standar atau tidak," pungkasnya. ***
