Antrean BBM Mengular, DPRD Pekanbaru Minta Kepastian Stok dari Pertamina

  • Senin, 04 Mei 2026 - 13:59 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS SIP menyoroti panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, mengingat Riau merupakan salah satu daerah penghasil minyak di Indonesia.

“Sebagai wakil rakyat, kita cukup prihatin. Negeri penghasil minyak kok justru masyarakatnya harus antre panjang untuk mendapatkan BBM. Ini tentu kurang pantas,” ujarnya.

Honda Februari 2026

Lanjut Politisi PKS ini, dirinya meminta pihak yang bertanggung jawab, khususnya Pertamina, untuk memberikan penjelasan terkait penyebab terjadinya antrean tersebut. Ia juga mendesak agar kondisi ini tidak berlangsung lama.


“Kalau memang ada keterbatasan pasokan, jangan sampai berlarut-larut. Cukuplah satu atau dua hari, setelah itu harus ada solusi agar antrean tidak terus terjadi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, antrean tidak hanya terjadi pada kendaraan roda empat, tetapi juga sepeda motor dengan panjang antrean yang disebut mencapai tiga hingga empat kali lipat dari kondisi normal, terutama untuk BBM jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar.

Menurutnya, salah satu penyebab antrean panjang adalah kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Oleh karena itu, ia menilai penting bagi Pertamina untuk memberikan kepastian kepada publik.


“Kalau Pertamina bisa meyakinkan bahwa stok BBM, khususnya Pertalite, mencukupi, saya yakin masyarakat tidak akan panik. Antrean panjang ini terjadi karena ada kekhawatiran,” jelasnya.

Terkait isu global seperti konflik internasional yang disebut-sebut memengaruhi distribusi BBM, Hamdani menilai hal tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi di daerah. Ia merujuk pada pernyataan pemerintah pusat bahwa produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi sebagian kebutuhan.

“Saya pikir tidak ada kaitannya dengan konflik luar negeri. Jadi ini lebih pada persoalan tata kelola dan distribusi,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi peralihan penggunaan BBM non-subsidi ke subsidi akibat kenaikan harga minyak dunia. Menurutnya, hal ini harus diantisipasi dengan pengawasan yang ketat agar BBM subsidi tetap tepat sasaran.

“Jangan sampai kendaraan mewah ikut menggunakan BBM subsidi. Itu tidak tepat. Sistem pengawasan harus diperketat agar subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Hamdani berharap ke depan tidak lagi terjadi antrean panjang di SPBU, serta meminta Pertamina untuk meningkatkan transparansi dan pengelolaan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Yang terpenting adalah memastikan ketersediaan dan distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan dengan antrean panjang seperti saat ini,” pungkasnya. ***

 



Baca Juga

--ads--