Akses Jalan Warga Diputus, PT Padasa Enam Utama Tuai Protes Keras Masyarakat Dusun Saran

  • Rabu, 11 Februari 2026 - 16:20 WIB

KLIKMX.COM, ROHUL– Pemutusan akses jalan rintisan oleh PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Satu di Dusun I Saran, Desa Kabun, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, menuai kecaman keras dari warga setempat. 

Jalan yang selama ini menjadi satu-satunya jalur penghubung aktivitas masyarakat digali hingga membentuk lubang sedalam lebih dari dua meter, sehingga membuat warga kesulitan beraktivitas dan terancam risiko kecelakaan.

Honda Februari 2026

Jalan tersebut diketahui merupakan akses utama masyarakat menuju sekolah, pasar, hingga lokasi pemakaman di RT 04 RW 01 Dusun Saran yang berada di seberang jalan. Sejak akses diputus, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jauh atau mempertaruhkan keselamatan dengan melintasi area berbahaya.


“Ini bukan sekadar jalan, ini akses hidup kami. Anak sekolah, orang sakit, sampai jenazah lewat sini. Tapi perusahaan seolah tidak peduli,” ujar Firdaus Bangun, salah satu warga kepada Pekanbaru MX, Rabu (11/2/2026).

Ia menilai pemutusan jalan tanpa solusi justru memperparah kondisi masyarakat. Sejumlah warga bahkan dilaporkan terjatuh saat mencoba melintasi lubang yang digali di badan jalan tersebut.

"Jika hujan jalan licin dan bisa mengakibatkan warga terjatuh, kalau sampai ada korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab?” tambahnya dengan nada kesal.


Warga berharap perusahaan segera membuka kembali akses jalan atau menyediakan jalur alternatif yang aman demi kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah turun tangan untuk mencari solusi agar persoalan tidak berlarut-larut dan membahayakan keselamatan warga.

Sementara, Camat Kabun Anang Perdana Putra, SSTP mengatakan jalan tersebut di putus perusahaan dengan alasan sering terjadinya pencurian dan warga disarankan perusahaan agar melewati jalan utama.

"Warga meminta jalan tersebut agar dibuka, mengenai keamanan bisa dibikin pos kamling warga dan berkordinasi dengan kepolisian agar mencegah pencurian," ujarnya.

Pihaknya juga sudah menyurati pihak perusahaan untuk hadir dalam mediasi bersama warga agar mendapatkan solusi dari permasalahan ini.

"Kami juga sudah menyurati pihak perusahaan untuk mediasi dengan warga, agar dapat titik temu antara perusahaan dan warga setempat, kami juga berharap pimpinan perusahaan  pengambil keputusan yang hadir dalam mediasi nantinya, jangan hanya Humas saja, supaya ada keputusan dan dapat titik temu dengan masyarakat," tegasnya.(***) 



Baca Juga