Ekonomi

BPS: Penduduk Miskin Riau Capai Setengah Juta Orang, Ideal Pendapatan Rp4 Juta

  • Jumat, 06 Februari 2026 - 11:06 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kemiskinan masih sangat memprihatinkan di Riau, provinsi kaya minyak dan hasil hutan. Angkanya, seperti dirilis  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Kamis (5/2/2026), cukup mencengangkan, yakni mencapai hampir setengah juta orang. 

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi di Pekanbaru, Kamis menjelaskan, dalam pencatatan pada September 2025 lalu, jumlah penduduk miskin di Riau mencapai 475,57 ribu orang atau 6,30 persen dari total penduduk.

Honda Februari 2026

"Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,16 persen, meski masih sedikit lebih rendah dibandingkan September 2024," ungkap Asep, seperti dikutip Antara, Jumat.


Menurutnya kenaikan jumlah penduduk miskin dalam enam bulan terakhir terutama dipengaruhi kondisi di wilayah perdesaan.

"Dalam periode Maret hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan justru menurun 2,49 ribu orang, dari 173,52 ribu orang menjadi 171,03 ribu orang. Sebaliknya, di perdesaan terjadi kenaikan cukup besar, yakni 17,09 ribu orang, dari 287,45 ribu orang menjadi 304,54 ribu orang," katanya.

Perubahan itu turut memengaruhi persentase kemiskinan menurut wilayah. Tingkat kemiskinan di perkotaan turun dari 5,75 persen menjadi 5,61 persen. Sedangkan di perdesaan naik dari 6,43 persen menjadi 6,76 persen.


Selain jumlah penduduk miskin, BPS juga mencatat kenaikan garis kemiskinan. Pada September 2025, garis kemiskinan di Riau berada pada Rp747.345 per kapita per bulan, naik 4,80 persen dibandingkan Maret 2025 dan meningkat 6,37 persen dibandingkan September 2024.

"Komponen kebutuhan makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan, dengan porsi 73,49 persen. Beras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, diikuti rokok kretek filter, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras," ulasnya.

Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Riau memiliki 5,39 anggota keluarga. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan minimum agar tidak tergolong miskin mencapai sekitar Rp4.028.190 per rumah tangga per bulan, meningkat dibandingkan kondisi Maret 2025.

Meski jumlah penduduk miskin bertambah, indikator lain menunjukkan perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,873 pada Maret 2025 menjadi 0,787 pada September 2025. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,196 menjadi 0,154, yang menunjukkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin mengecil.

"Dalam konteks regional Sumatra, persentase kemiskinan Riau masih berada di bawah beberapa provinsi lain. Persentase penduduk miskin tertinggi tercatat di Aceh sebesar 12,22 persen dan Bengkulu 11,88 persen, sedangkan yang terendah berada di Kepulauan Riau sebesar 4,26 persen," jelasnya lagi.

Upaya Pemprov Riau.

Pemprov Riau sendiri tak menutup mata dengan kondisi kemiskinan yang terjadi. Sejumlah upaya dilakukan. Dalam Refleksi Pembangunan Provinsi Riau tahun 2025 di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Rabu (31/12/2025) lalu Plt Gubri, SF Hariyanto mengatakan Pemprov Riau telah melakukan upaya peningkatan investasi daerah dan peningkatan penyediaan lapangan kerja.

"Provinsi Riau masih mengalami persoalan pada kemiskinan dan pengangguran. Dimana, pada tingkat pengangguran terbuka, mengalami peningkatan sebanyak 0,46 persen dibanding 2024. Sementara pada tingkat kemiskinan turun dibanding tahun 2024, namun lebih rendah dibanding rata-rata nasional 2025 sebesar 8,47 persen," ungkapnya.

Sementara untuk upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran, Pemprov Riau telah melakukan pelatihan, sertifikasi, penempatan magang dan peningkatakan akses kerja dengan adanya job fair, BKK bagi SMK dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

"Pemprov Riau juga memberikan Bosda Afirmasi dengan jumlah 742 orang pada kelas 11 tahun 2024 dan 842 orang pada kelas 10 tahun 2025. Kemudian pemberian BSM dan KAT sebanyak 4.785 orang," katanya.

Terakhir Pemprov Riau juga memberikan bantuan biaya pendidikan tinggi bagi masyarakat miskin dengan 1.459 peserta bidik misi, 1.806 peserta bansos pendidikan bagi siswa miskin.

"Dan juga pembangunan sekolah rakyat di 3 lokasi dengan jumlah 225 orang serta pemberian BPJS Keternagakerjaan bagi pekerja rentan sebanyak 27.011 orang," pungkasnya. ***



Baca Juga