Surat Wahid dari Tahanan Terungkap. Istri Beber Ada Permintaan Agar Dani Pasang Badan
- Rabu, 01 Juli 2026 - 13:35 WIB
- Reporter : Fopin A Sinaga
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Lanjutan sidang kasus dugaan korupsi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, Kadis PUPR Riau Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Bappeda Riau, Dani Nursalam mengungkap fakta baru.
Pihak terdakwa Dani menghadirkan saksi bernama Netty Ferawati yang merupakan istri Dani. Pada kesaksian di bawah sumpah yang disampaikannya, Netty menyebut ada upaya permintaan pihak Abdul Wahid agar Dani mau bekerja sama dengan apa yang disebut sebagai pasang badan.
Dalam persidangan yang berlangsung Rabu (1/7/2026) itu Netty menceritakan permintaan dilakukan melalui kuasa hukum Abdul Wahid, Kemal Shahab. Berawal dari chatt WhatsApp dan telepon suara, Kemal meminta bertemu dengan Netty.
Pertemuan terwujud di Mal Ambassador, Jakarta. Di salah satu kafe di mal itu, Kemal meminta agar Dani mau kerja sama. Netty mengatakan Kemal menyebut pihak Wahid menyiapkan angka Rp 1 miliar. Kemudian uang kebutuhan hidup keluarga antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta.
"Itu di luar kalau KPK meminta agar Dani mengembalikan uang untuk disita. Pihak Pak Wahid juga yang akan menyediakannya," sebut Netty.
Dalam pertemuan itu Netty menerima surat yang ditulis tangan Wahid di tahanan. Di dalam surat yang dibeberkan di persidangan, terungkap pesan Wahid kepada istri Dani.
"Kak, kuatkan bang Dani kita harus ada yg selamat yg bisa menyelamat ini semua tergantung bang dani. Aku sudah cerita dgn Kemal. Terimakasih kak titip salam hormat untuk semua keluarga." Demikian isi kalimat yang ditampilkan di persidangan
Netty juga menceritakan saat itu Kemal menggambarkan bagaimana skema rencana langkah yang akan dilakukan jika kerja sama disetujui.
Netty pada kesempatan menjenguk ke tahanan KPK menceritakan pertemuan itu kepada suaminya, Dani.
"Tapi bang Dani menolak. Biar sajalah, abang mau sampaikan apa adanya. Masak hanya abang saja yang harus menanggung semuanya," kata Netty.
Dalam menjawab pertanyaan penasihat hukum, jaksa dan hakim Netty mengatakan upaya melobi dilakukan tidak saja lewat dirinya, tetapi juga keponakannya yang bernama Putra. Tetapi Dani tetap menolak.
"Saudara saksi tidak coba mengatakan kepada terdakwa, itu kan ada uangnya. Biar dapur terus mengepul, dan biaya anak-anak aman?" tanya hakim. Saksi mengatakan dia tidak menyampaikan hal itu.(***)
