Pemuka Lintas Agama di Riau Panjatkan Doa untuk Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-80
- Selasa, 30 Juni 2026 - 14:18 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Sejumlah pemuka lintas agama dari berbagai kepercayaan memanjatkan doa bersama untuk Polri menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Ruang Tribrata Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Selasa (30/6/2026).
Doa bersama ini dihadiri para pemuka lintas agama, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polda Riau, serta berbagai elemen masyarakat.
Keterlibatan para pemuka agama menjadi simbol kebersamaan sekaligus refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Mewakili Kapolda Riau Dr H Irjen Herry Heryawan SIK MH MHum yang tengah mengikuti gladi bersih peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Jakarta, Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia mengatakan usia ke-80 menjadi tonggak penting perjalanan Polri yang sarat dengan pengabdian, perjuangan, sekaligus amanah besar dari negara dan masyarakat.
"Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang pengabdian, perjuangan, dan amanah yang diberikan negara serta masyarakat kepada Polri," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Polri baru benar-benar dirasakan apabila mampu menghadirkan rasa aman, ketenangan, serta manfaat nyata bagi masyarakat. Sebab, Polri lahir dari masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan seluruh pengabdiannya dipersembahkan untuk kepentingan masyarakat.
Bridjen Pol Hengki mengungkapkan doa bersama lintas agama bukan sekadar rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi wujud komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Provinsi Riau.
Riau, jelas Brigjen Hengki, merupakan rumah besar yang dihuni berbagai suku, budaya, adat istiadat, dan agama. Perbedaan tersebut bukan menjadi pemisah, melainkan modal utama untuk memperkuat persaudaraan serta menjaga kedamaian di Bumi Lancang Kuning.
Di sisi lain, ia mengakui tantangan yang dihadapi Polri semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, kejahatan siber, peredaran narkoba, hingga persoalan lingkungan.
Karena itu, menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Polda Riau berkomitmen tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga terus membangun kemitraan dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepercayaan, kepedulian, dan kebersamaan," kata alumni Akpol 1996 itu.
Wakapolda juga mengapresiasi TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan di Provinsi Riau.
Menutup sambutannya, Brigjen Pol Hengki mengajak seluruh peserta mendoakan personel Polri yang masih menjalankan tugas maupun para Bhayangkara yang telah gugur dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Melalui doa bersama lintas agama ini, kita membuktikan bahwa meski memiliki cara berdoa yang berbeda, kita dipersatukan oleh harapan yang sama, yakni menjaga persatuan, merawat kedamaian, dan menghadirkan kebaikan bagi Provinsi Riau serta Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. ***
