Terduga OTT KPK di Kuansing Diisukan Diperiksa ke Mako Brimobda Riau, Ini Kata Dansat
- Selasa, 30 Juni 2026 - 11:58 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Sejumlah awak media saat menanti kedatangan penyidik KPK di gedung Tahti Mapolda Riau, Senin malam (29/6/2026).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau memastikan tidak ada aktivitas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Markas Komando (Mako) Brigade Mobil Daerah (Brimobda) Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Sukajadi, Pekanbaru, terkait dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Begitu juga halnya dengan diisukannya para terduga OTT KPK di Kuansing diperiksa markas Korps Brimob tersebut.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Riau, Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, saat dikonfirmasi pada Senin (29/6) malam hingga Selasa (30/6/2026), menegaskan rombongan penyidik lembaga antirasuah tersebut tidak datang ke Mako Brimob.
"Nggak ada ke Brimob, Mas," kata Kombes Ketut singkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan OTT tersebut dan mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada Humas KPK RI.
"Silakan ke Humas KPK RI," ujar Kombes Pandra.
Hasil pantauan di Mapolda Riau sejak Senin malam hingga Selasa pagi menunjukkan situasi berlangsung normal. Kawasan Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Pekanbaru, tampak lengang tanpa aktivitas mencolok.
Begitu pula di Gedung Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Riau yang selama ini kerap digunakan KPK untuk melakukan pemeriksaan saat menangani perkara di Riau. Tidak terlihat adanya aktivitas penyidik maupun pihak yang menjalani pemeriksaan. Sejumlah awak media hanya tampak melakukan pemantauan di sekitar lokasi.
Sementara itu, perkembangan terbaru justru terlihat di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi di Teluk Kuantan. Sejak Selasa pagi, sejumlah ruangan penting di Kantor Bupati Kuansing telah dipasangi segel KPK.
Pada setiap segel tampak tulisan tangan penyidik yang mencantumkan tanggal dan waktu penyegelan, yakni Selasa, 30 Juni 2026.
Ruangan yang disegel meliputi ruang kerja Bupati Kuansing, ruang rapat bupati, ruang kerja Wakil Bupati Muhklisin, ruang kerja Sekretaris Daerah Zulkarnain, hingga ruang kerja Asisten I Setda Kuansing, Fahdiansyah.
Suasana di lingkungan kantor pemerintahan pun berubah. Halaman kantor masih tampak basah akibat hujan semalam, sementara aktivitas aparatur sipil negara (ASN) baru mulai berjalan. Sejumlah pegawai terlihat berhenti di depan ruangan yang telah disegel untuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.
Seorang anggota Satpol PP yang berjaga mengaku tidak mengetahui kapan proses penyegelan dilakukan.
"Kemarin belum terlihat ada penyegelan. Saya baru datang pagi ini, sejumlah ruangan telah disegel," ujarnya sembari meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Penyegelan sejumlah ruangan strategis tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa KPK tengah menangani perkara melalui operasi tangkap tangan di Kabupaten Kuantan Singingi.
Meski demikian, hingga Selasa siang, KPK belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai konstruksi perkara maupun identitas pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Di sisi lain, keberadaan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, masih belum diketahui. Upaya menghubungi kerabat maupun sejumlah orang terdekatnya juga belum membuahkan hasil.
Wakil Bupati Muhklisin, yang pada Senin malam sempat terlihat keluar dari rumah dinas Sekretaris Daerah Zulkarnain, juga belum tampak beraktivitas.
Pantauan di rumah dinas Bupati menunjukkan suasana lengang. Hanya beberapa pekerja taman yang terlihat membersihkan halaman. Lampu garasi masih menyala, namun pintu utama rumah tetap tertutup rapat.
Kondisi serupa juga terlihat di rumah dinas Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah. Kedua rumah dinas tersebut tampak sepi tanpa aktivitas yang mencolok, menambah tanda tanya di tengah menguatnya dugaan operasi senyap KPK di Kabupaten Kuansing. ***
