- Beranda
- Pendidikan
- BKMT Riau Siapkan Sekolah Lansia Amal Ikhlas, Septina: Ruang Interaksi Sosial dan Kemandirian
BKMT Riau Siapkan Sekolah Lansia Amal Ikhlas, Septina: Ruang Interaksi Sosial dan Kemandirian
- Minggu, 07 Juni 2026 - 00:02 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Ketua PW BKMT Riau, Dra Hj Septina Primawati Rusli MM (tengah) foto bersama dengan pengurus Indonesia Ramah Lansia (IRL) Riau, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Riau dan para peserta yang ikut ToT, dosen Universitas Riau serta dosen UIN Suska Riau.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau terus mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Lansia Amal Ikhlas.
Salah satunya dengan menggelar Training of Trainer (ToT) bagi fasilitator dan pengelola sekolah lanjut usia (Lansia) di Aula Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, Sabtu (6/6/2026) kemarin.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BKMT Riau dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Riau serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Riau.
Para peserta yang ikut ToT ini berasal dari pengurus daerah BKMT se-Riau, dosen Universitas Riau (Unri), dosen UIN Suska Riau, Indonesia Ramah Lansia, Perhimpunan Dokter Keluarga, kader Bina Keluarga Lansia, kader Bina Keluarga Berencana BKKBN Perwakilan Riau, pengurus Sekolah Lansia Amal Ikhlas, pengurus PW BKMT Riau, hingga pengurus Yayasan Amal Bakti Majelis Taklim.
Dra Hj Septina Primawati Rusli MM, selaku Ketua PW BKMT Riau mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan menyamakan persepsi para fasilitator dan pengelola sebelum sekolah lansia mulai beroperasi.
"Tujuan pelatihan ini untuk menyamakan persepsi kita, bagaimana kita bisa menjadi fasilitator dan pengelola dari sekolah lansia," kata Septina saat diwawancarai Klikmx.com.
Mantan Ketua DPRD Riau ini mengatakan, keberhasilan sekolah lansia sangat bergantung pada kualitas pendampingan yang diberikan oleh fasilitator dan pengelola. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah penting sebelum program dijalankan.
Para peserta pada pelatihan ini diberikan metode pengelolaan kegiatan pembelajaran, komunikasi efektif, hingga penguatan peran sekolah lansia sebagai ruang belajar sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat lansia.
Melalui pelatihan ini, fasilitator sekolah lansia juga diharapkan mampu membangun interaksi sosial sehingga para lansia tetap aktif, produktif dan memiliki ruang untuk terus berkarya di tengah masyarakat.
Septina mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Pendaftaran yang dibuka sejak 8 hingga 31 Mei 2026 telah menjaring 172 peserta lansia. Bahkan, saat proses sosialisasi berlangsung, jumlah peminat sempat mencapai sekitar 200 orang.
"Alhamdulillah, sampai saat ini yang mendaftar sangat banyak. Karena itu, kami juga memikirkan ruang belajar yang memadai. Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari perguruan tinggi untuk menyediakan ruang kelas," ujar Anggota DPRD Riau tiga periode dapil Indragiri Hilir itu.
Rencananya, jelas Septina, Sekolah Lansia Amal Ikhlas BKMT ini akan mulai beroperasi pada Juli 2026 dengan pusat kegiatan di lingkungan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru.
Untuk mendukung kegiatan pembelajaran, BKMT Riau juga sudah menjalin kerja sama dengan Unri, UIN Suska Riau, serta RSUD Arifin Achmad.
"Insyaallah bulan Juli 2026 akan mulai berjalan. Rektor Unri dan Rektor UIN Suska juga memberikan dukungan berupa ruang kelas untuk kegiatan belajar," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Lansia Amal Ikhlas Dr dr Elda Nazriati MKes, SpKKLP SubspFOMC, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Sekolah lansia ini adalah milik kita bersama. Keberlangsungannya sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Kalau dikerjakan sendiri tentu akan berat," kata Elda.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus terus dijaga dalam pengelolaan sekolah lansia, yakni kolaborasi, penyamaan persepsi, dan evaluasi berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi semua pihak bisa berkontribusi. Kemudian persepsi harus disamakan, termasuk melalui pelatihan yang dilaksanakan hari ini. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kelemahan agar sekolah lansia dapat terus berkembang," jelasnya.
Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini diharapkan mampu memahami kebutuhan lansia secara menyeluruh, sehingga kegiatan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata di lingkungan masing-masing.
BKMT Riau juga berharap Sekolah Lansia Amal Ikhlas dapat menjadi wadah pembelajaran yang mampu mencetak lansia aktif, mandiri, sehat, dan sejahtera, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial bagi para lansia di Provinsi Riau. Dengan demikian, terwujudnya kemandirian bagi masyarakat lanjut usia. ***
