Purnawirawan Jenderal TNI Bintang Satu Inisiasi Penutupan New Paragon

  • Selasa, 03 Februari 2026 - 11:58 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Inisiator gerakan salat subuh berjemaah yang juga Purnawirawan TNI AD bintang satu, Edy Natar Afrizal Nasution SIP, menginisiasi penutupan paksa New Paragon KTV and Cafe, di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, pada Senin (2/2/2026) malam.

Penutupan New Paragon KTV and Cafe dilakukan setelah ratusan massa dari Forum Masyarakat Riau Anti Maksiat (FORMARAM) menggelar aksi protes di lokasi tersebut. Massa menilai aktivitas tempat hiburan malam itu telah melanggar norma agama dan adat Melayu yang dijunjung tinggi masyarakat Riau.

Honda Februari 2026

Terhitung sekitar enam jam massa bertahan di lokasi. Bahkan, massa aksi dua kali melaksanakan salat berjemaah, yakni salat Magrib dan Isya, di badan Jalan Sultan Syarif Kasim, tepat di depan gedung New Paragon KTV and Cafe.


Aksi protes ini dipicu beredarnya video viral di media sosial yang menampilkan sejumlah waria menggelar pesta ulang tahun salah satu rekannya di dalam New Paragon KTV and Cafe. 

Video tersebut pertama kali terpantau oleh Edy Natar Nasution, yang kemudian berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Riau Azlaini Agus, untuk menyikapi kejadian tersebut.

“Aksi ini bukan semata-mata untuk menutup satu tempat hiburan, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral kita bersama dalam menjaga marwah Riau. Aktivitas yang melanggar norma agama dan adat Melayu tidak boleh dibiarkan tumbuh di Pekanbaru,” ujar Edy Natar Nasution.


Menyikapi temuan tersebut, FORMARAM menggelar rapat internal pada Sabtu (31/1/2026), guna merumuskan langkah tegas. Dalam rapat tersebut disepakati untuk menggelar aksi damai menuntut penutupan operasional New Paragon KTV and Cafe.

Pada Senin (2/2/2026) sore seusai salat Ashar, ratusan massa FORMARAM bersama warga sekitar menggelar aksi di Jalan Sultan Syarif Kasim. Massa menyampaikan orasi, doa bersama, serta desakan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru agar segera menutup tempat hiburan malam tersebut.

Situasi di lokasi sempat memanas ketika massa bertahan di badan jalan dan menutup sebagian arus lalu lintas. Aparat kepolisian dan Satpol PP disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi, sementara arus kendaraan dialihkan.

Puncaknya, sekitar pukul 21.00 WIB, pesan WhatsApp dari Walikota Pekanbaru masuk ke handphonenya Azlaini Agus. Agung dalam pesan tersebut menyetujui penutupan operasional New Paragon tersebut.

Sekitar pukul 22.01 WIB, massa FORMARAM berhasil menggembok seluruh akses masuk New Paragon KTV and Cafe, termasuk pintu utama dan pagar yang menghadap ke Jalan Sultan Syarif Kasim, sebagai kepastian adanya restu penutupan operasional.

Koordinator aksi FORMARAM, Sofyan Hadi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan atas dikabulkannya tuntutan massa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru dan aparat keamanan. Penutupan ini merupakan aspirasi masyarakat yang ingin menjaga lingkungan dari aktivitas maksiat,” tegas Sofyan.

Aksi ditutup dengan massa meninggalkan lokasi secara tertib. FORMARAM menyatakan akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah terhadap tempat hiburan malam lain yang dinilai melanggar norma agama dan adat Melayu di Kota Pekanbaru. ***



Baca Juga

--ads--