Lakukan Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku

Waspadai Super El Niño 2026, Kapolda Riau: Depankan Pencegahan sebelum Kebakaran!

  • Jumat, 03 April 2026 - 14:35 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MHum mengajak seluruh pihak untuk belajar dari peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) besar yang terjadi pada 1997-1998, yang saat itu melalap sekitar 10-11 juta hektare lahan di Indonesia dan menimbulkan dampak kesehatan serius akibat kabut asap.

Memasuki April yang menjadi fase awal kampanye pencegahan karhutla, jajaran Polda Riau diminta agar mewaspadai menyusul munculnya sinyal kuat fenomena super El Niño yang diprediksi berdampak signifikan sepanjang 2026.

Honda Februari 2026

Terhadap potensi peningkatan karhutla di tahun 2026 ini, Kapolda memberikan perhatian khusus dan menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu hingga kebakaran meluas.


“Potensi tahun ini tidak bisa dianggap biasa. Seluruh jajaran harus bergerak lebih awal, mengedepankan pencegahan sebelum kebakaran terjadi,” tegas Kapolda peduli lingkungan dan masyarakat banyak itu.

Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa fenomena El Niño kuat kerap menjadi pemicu utama kekeringan ekstrem yang berujung pada kebakaran besar. 

“Peristiwa 1997-1998 menjadi contoh nyata dengan luas kebakaran mencapai jutaan hektare serta dampak kabut asap yang meluas hingga mengganggu kesehatan masyarakat,” ulas Irjen Herry.


Sebagai langkah antisipasi, alumni Akpol 1996 ini menekankan pentingnya langkah preventif terpadu yang harus segera dioptimalkan, antara lain melakukan patroli terpadu dan deteksi dini hotspot. Kemudian, optimalisasi dan perawatan sarana prasarana pemadaman dan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat.

Di sisi lainnya, pihaknya akan melakukan penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan. Selanjutnya, pentingnya sinergi lintas sektor bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah.

“Jangan sampai kita mengulang kejadian besar. Pencegahan adalah kunci utama,” ujar Kapolda mengingatkan.

Karena iru, menurutnya, memasuki April, kampanye pencegahan karhutla menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran bersama. Dengan sinyal super El Niño yang mulai menguat, tahun 2026 dipandang sebagai ujian kesiapsiagaan seluruh pihak.

“Kita harus lebih siap dari sebelumnya. Lebih baik mencegah daripada menghadapi dampak kabut asap yang luas,” pungkas Irjen Herimen. 

Sementara itu, ahli kebakaran hutan Bambang Hero Saharjo menilai sinyal super El Niño 2026 berpotensi menciptakan pola karhutla yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun normal.

“Kalau melihat pola sebelumnya, kebakaran bisa mulai sejak pertengahan tahun dan berlanjut hingga tahun berikutnya. Artinya, durasi kejadian bisa lebih panjang dengan intensitas yang meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, risiko akan semakin tinggi apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana, khususnya di wilayah gambut yang sangat rentan terbakar saat kondisi kering.

Sejumlah wilayah diprediksi menjadi titik rawan karhutla, terutama daerah dengan hamparan gambut luas yang mulai memasuki musim kemarau. 

“Di Provinsi Riau, kawasan pesisir dan lahan gambut menjadi perhatian utama. Karena memiliki karakteristik mudah terbakar dan sulit dipadamkan,” katanya mengakhiri. ***

 



Baca Juga

--ads--