Lapas Pekanbaru dan DLHK Latih Warga Binaan Kelola Sampah Jadi Pupuk Organik
- Selasa, 03 Februari 2026 - 10:45 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah lingkungan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menggelar pelatihan pengelolaan sampah, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemberian keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Dalam upaya mewujudkan lapas ramah lingkungan, Lapas Pekanbaru menjalin sinergi dengan DLHK Kota Pekanbaru untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di lingkungan lapas, khususnya melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik.
Program ini diharapkan mampu mengubah pandangan terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi produk bernilai guna yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di dalam lapas.
Mewakili Kepala Dinas DLHK Kota Pekanbaru, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya Rima Septisia menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.
Menurutnya, pengelolaan sampah di kawasan publik seperti lapas merupakan langkah nyata dalam menjaga ekosistem dan kebersihan lingkungan perkotaan.
“Kami sangat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Kota Pekanbaru yang lebih bersih dan sehat, khususnya di area Lapas Pekanbaru. Melalui edukasi dan pelatihan teknis, kami berharap sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi menjadi potensi ekonomi dan sarana edukasi bagi warga binaan,” ujar Rima.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto mengapresiasi kesediaan DLHK Kota Pekanbaru dalam memberikan pendampingan teknis.
Ia menilai kerja sama ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
“Dengan mengelola sampah menjadi pupuk organik, warga binaan tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga memperoleh keterampilan baru sebagai modal kemandirian yang produktif ketika kembali ke masyarakat,” pungkas Yuniarto.
Sebagai tindak lanjut, pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) untuk mengatur proses produksi dan pelatihan teknis di lapangan, serta Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) guna memastikan partisipasi warga binaan berjalan sesuai dengan tahapan pembinaan. ***
