Usai Cek Harga Bahan Pokok, Gubri Abdul Wahid Gelar Pasar Murah di Tampan
- Selasa, 02 September 2025 - 10:21 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) H Abdul Wahid SPi MSi turun langsung ke lapangan untuk memantau harga bahan pokok, Selasa (2/9/2025).
Setelah itu ia kemudian membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), di halaman Kantor Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
Kehadiran Gubri Abdul Wahid menggelar pasar murah langsung mendapat sambutan antusias warga. Mereka penuh semangat antre untuk membeli kebutuhan dapur masing-masing.
Dalam kesempatan ini, Abdul Wahid meluangkan waktu berbincang santai dengan warga, berfoto bersama sejumlah ibu-ibu, hingga mendengar langsung keluhan seputar harga pangan.
Sebelum menggelar pasar murah, Gubri terlebih dahulu meninjau harga berbagai komoditas yang dijual, mulai dari beras, minyak goreng, telur, bawang, hingga cabai.
Hasilnya, ia menemukan sebagian besar harga pangan masih stabil, namun stok cabai mulai menipis.
Usai peninjauan, Gubri mengungkapkan, Pemprov Riau berencana akan melakukan pengecekan lanjutan ke pasar induk untuk memastikan pasokan tetap lancar. “Saya dapat laporan, harga cabai naik karena pasokan terbatas dari Jambi dan Sumatera Utara. Sementara dari Sumatera Barat ada kendala transportasi. Maka dari itu saya juga akan cek langsung ke pasar induk,” ujar Wahid.
Menurut Gubri, pada saat seperti ini gerakan pasar murah menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan angka inflasi, mengingat harga pangan masih menjadi penyumbang utama inflasi di Riau.
Gubri memastikan program ini tidak hanya menyasar Pekanbaru, tetapi juga berbagai kabupaten kota yang selama ini menjadi penyumbang inflasi tinggi.
“Rencananya tanggal 13 saya ke Rokan Hulu, lalu tanggal 15 ke Indragiri Hilir, setelah itu ke Rokan Hilir. Kita ingin stabilisasi harga ini dirasakan masyarakat di seluruh daerah, bukan hanya di Pekanbaru,” ungkapnya.
Wahid menegaskan, pasar murah tidak hanya sekadar menjaga angka inflasi, tapi juga untuk memastikan semua lapisan masyarakat memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kalau pendapatan masyarakat tidak terlalu bagus, harga yang tinggi tentu akan jadi beban. Karena itu pemerintah hadir untuk meringankan,” katanya.
Di lokasi acara, antusiasme warga terlihat jelas. Yeni Eva Wati (62), warga Kelurahan Delima, mengaku terbantu dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pasar tradisional.
“Selisih harga beberapa ribu rupiah sangat membantu, apalagi untuk keluarga besar. Sistem antrean juga bagus, jadi warga tertib dan tidak khawatir kehabisan,” kata Yeni.
Lurah Delima, Robby Oktavianus, menyambut positif penyelenggaraan pasar murah di wilayahnya. Menurutnya, lokasi kantor kelurahan yang strategis membuat warga mudah mengakses kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kegiatan berjalan tertib. Harapan kami pasar murah ini bisa rutin diadakan. Karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pasar murah kali ini digelar dengan dukungan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau.
Pada kegiatan pasar murah ini beragam bahan kebutuhan pokok disediakan dengan harga lebih bersahabat, mulai dari beras, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, hingga cabai. ***
