Tim SAR Pekanbaru dan Gabungan Temukan Seluruh Korban Longsor di Aek Pardomuan
- Rabu, 03 Desember 2025 - 03:21 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Tim SAR Pekanbaru turut melakukan pencarian korban longsor di Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.
KLIKMX.COM, TAPSEL - Seluruh korban longsor di Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), akhirnya ditemukan.
Temuan terakhir mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Pekanbaru dan gabungan selama dua hari. Korban terakhir bernama Ama Heni alias Buala Gulo (60) ditemukan pada Selasa, 2 Desember 2025, pukul 15.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah proses dievakuasi, lalu jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Sebelumnya, pada Senin, 1 Desember 2025, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa empat warga satu keluarga tertimbun longsor di dusun tersebut.
Namun, pencarian belum dapat dilakukan karena tim masih fokus menangani operasi SAR di Dusun Durian, desa yang sama. Usai menyelesaikan operasi di Dusun Durian sekitar pukul 13.00 WIB, Tim SAR Gabungan mendapat laporan bahwa tiga korban telah ditemukan warga menggunakan alat berat milik perusahaan tambang setempat.
Mereka adalah Sarila Napitupulu (53), Vincentius Gulo (20) dan Kalista Gulo (3), ketiganya dalam kondisi meninggal. Tim kemudian bergerak menuju Dusun Aek Pardomuan untuk mencari satu korban lainnya.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar satu jam, dan pencarian dilanjutkan hingga sore hari namun belum membuahkan hasil. “Korban baru ditemukan keesokan harinya,” kata Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi SSos.
Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR gabungan ini secara resmi ditutup. "Dengan ditemukannya empat korban, operasi SAR tanah longsor di Dusun Aek Pardomuan dinyatakan selesai dan ditutup," pungkasnya.
Operasi SAR melibatkan 9 personel Kantor SAR Pekanbaru, 2 perangkat desa, 10 warga setempat, serta 1 unit excavator milik warga. ***



