- Beranda
- Rokan Hulu
- Berantas Buta Aksara, Lapas Pasir Pengaraian Gelar Program Belajar bagi Warga Binaan
Berantas Buta Aksara, Lapas Pasir Pengaraian Gelar Program Belajar bagi Warga Binaan
- Senin, 09 Maret 2026 - 14:20 WIB
- Reporter : Achiruddin
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, PASIRPENGARAIN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian melaksanakan kegiatan belajar bagi warga binaan dalam rangka pemberantasan buta aksara.
Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung bagi warga binaan yang belum memiliki keterampilan tersebut.
Kegiatan belajar tersebut dilaksanakan di lingkungan lapas dengan melibatkan warga binaan sebagai peserta didik. Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat dukungan dari peserta Magang Nasional yang sedang menjalankan program magang di Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian.
Para peserta magang turut berperan aktif mendampingi proses pembelajaran, mulai dari pengenalan huruf, membaca sederhana, hingga latihan menulis bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Sunu Istiqomah Danu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan, khususnya di bidang pendidikan.
“Melalui kegiatan ini kami berupaya memberikan kesempatan kepada warga binaan yang belum bisa membaca dan menulis untuk memperoleh kemampuan dasar tersebut. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk meningkatkan kualitas diri serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Sunu.
Ia menjelaskan, program pemberantasan buta aksara ini juga menjadi tahapan awal dalam mempersiapkan warga binaan untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan seperti Paket A, Paket B, dan Paket C yang saat ini juga tengah berjalan di Lapas Pasir Pangaraian.
“Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan dasar penting sebelum warga binaan dapat mengikuti program pendidikan kesetaraan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mendukung proses pembinaan pendidikan di dalam Lapas,” tambahnya.
Program pemberantasan buta aksara tersebut juga sejalan dengan dukungan terhadap 15 Program Aksi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan melalui peningkatan kemampuan dasar.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian berharap warga binaan dapat memperoleh bekal kemampuan dasar yang bermanfaat sehingga mereka memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri selama menjalani masa pembinaan. ***
