Bukit Batabuh Diduga Dibabat, IYE: APH Jangan hanya Gencar Diseremoni Tapi Juga Penindakan

  • Kamis, 04 Juni 2026 - 00:12 WIB

KLIKMX.COM, TELUKKUANTAN - Terkait pemberitaan adanya dugaan pembalakan liar di kawasan hutan lindung Bukit Batabuh, Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), mendapat respons dari Indonesia Youth Epicentrum (IYE).

Robi Camdra selaku Kepala Bidang Lingkungan Hidup Indonesia Youth Epicentrum menyampaikan keprihatinannya terhadap dugaan pembabatan liar di kawasan Bukit Betabuh itu.

Honda Juni 2026

Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan terhadap kawasan hutan lindung, yang menjadi salah satu aset lingkungan penting Kabupaten Kuantan Singingi. Bukit Betabuh memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, kelestarian sumber daya alam, serta keberlangsungan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.


IYE juga menilai bahwa perlindungan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi dan penanaman pohon semata, yang kini digencar dilakukan Polda Riau dengan program Green Policingnya, tetapi juga harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, berupa pengungkapan dan penindakan terhadap para pelaku perambahan hutan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami mendesak Polres Kuantan Singingi untuk segera melakukan penyelidikan dan pengungkapan terhadap dugaan pembalakan liar yang diduga terjadi di kawasan Bukit Betabuh. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap bentuk perusakan lingkungan mendapat respons yang serius dari negara. Kami minta APH jangan hanya gencar diseremoni tapi juga penindakan,'' tegas Robi.

Selain itu, IYE juga meminta agar aparat penegak hukum memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan adanya keterlibatan oknum tertentu dalam aktivitas ilegal tersebut. Apabila ditemukan adanya aparat yang terbukti terlibat, maka tindakan tegas harus segera diambil sesuai dengan aturan yang berlaku.


Robi Camdra juga mendesak agar pengawasan terhadap kawasan Bukit Betabuh diperkuat, guna mencegah berkembangnya persepsi negatif di tengah masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, serta memastikan tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dan aparat.

Sebagai organisasi kepemudaan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, IYE menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai isu lingkungan hidup dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam demi masa depan yang berkelanjutan.

Diberitakan sebelumnya, dikala Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana sibuk menggalakkan Program Green Policing, yang rajin membagi bibit pohon ke masyarakat, kawasan hutan Bukit Batabuh, kini juga diduga sibuk dijarah (dibabat) oleh para pelaku perambah hutan.

Bahkan mobil truk yang membawa kayu bulat hasil ilegal logging, bebas keluar masuk dan berkeliaran di daerah Jalan Lintas Pucuk Rantau-Kuantan Mudik, Desa Air Buluh, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing. Karena di daerah itu, dijadikan pintu masuk dan keluar, truk pembawa kayu bulat dari pohon yang diduga hasil perambahan di kawasan Hutan Bukit Batabuh.

Warga setempat yang mengaku bernama Orbi, kepada Pekanbaru MX, sudah sebulan yang lalu truk pembawa kayu itu bebas keluar masuk dari kawasan Hutan Bukit Batabuh, di Desa Air Buluh. Informasi yang diperoleh Orbi, pelaku perambah hutan kebanyakan dari Sumatera Barat, namun pintu keluar masuknya kayu dibuat di daerah Desa Air Buluh.

Menurutnya, setidaknya ada tiga truk yang tampak setiap hari keluar masuk untuk membawa kayu bulat itu. Dan itu bisa dilihat jelas sejak sebulan terakhir ini, namun anehnya tidak ada dilakukan penangkapan oleh aparat penegak hukum (APH) terkait.

Bahkan menurut Orbi, sudah ada beberapa hektare kawasan Hutan Bukit Batabuh sudah mulai disteking untuk dijadikan lahan perkebunan sawit oleh oknum perambah hutan tersebut. Dan itu telah ia cek sendiri dan lokasinya berada di titik koordinat -49'20.2"S, 101°36'44.5"E.

"Kita sudah cek ke dalam. Sekarang ada beberapa alat berat yang sedang steking, usai hutannya dirambah," jelas Orbi, Selasa (2/6/2026) lalu.

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang warga Kuantan Mudik, Urdianto. Menurutnya, ia juga sering melihat truk bermuatan kayu besar keluar masuk dari daerah kawasan Hutan Bukit Batabuh, saat subuh hari. Truk itu bisa mencapai 3 unit saat keluar membawa kayu kayu besar yang diduga hasil perambahan di Hutan Bukit Batabuh.

"Iya sering terlihat saat subuh, setidaknya ada 3 truk tiap hari mengangkut kayu besar dan arahnya memang ke Sumbar. Truk itu keluar dari arah areal kawasan Hutan Bukit Batabuh di Kuantan Mudik ini," pungkasnya. ***

 



Baca Juga

--ads--