Anggota Manggala Agni Gugur saat Bertugas Penanggulangan Karhutla di Bengkalis
- Selasa, 31 Maret 2026 - 10:58 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Suasana pemakaman almarhum Muharmizan, yang gugur setelah melakukan pemadaman karhutla di Bengkalis, di pemakaman Sabak Auh, Kabupaten Siak, Selasa (31/3/2026).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Innalillahi Wainnalillahi Rojiun. Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak berduka atas gugurnya Muharmizan, saat melakukan upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Senin (30/3/2026).
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, almarhum diketahui tiba-tiba terjatuh saat sedang duduk sekitar pukul 19.40 WIB, bersama rekan-rekannya.
“Saat ini jenazah almarhum sedang dimakamkan,” kata Edwin Putra, Koordinator Teknis Dalkarhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, ketika dikonfirmasi Klikmx.com, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum diketahui berangkat ke lokasi kebakaran (karhutla) bersama tim pada Ahad (29/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB untuk melakukan pemadaman.
Karena hari memasuki malam hari, operasi penanggulangan karhutla kemudian dilanjutkan keesokan harinya, Senin (30/3/2026) sejak pukul 07.30 WIB hingga sore hari.
Setelah menjalankan tugas pemadaman hingga pukul 17.30 WIB, Muharmizan bersama tim kembali ke aula desa untuk beristirahat. Pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, almarhum sempat makan bersama rekan-rekannya.
Namun, sekitar pukul 19.40 WIB, Muharmizan tiba-tiba terjatuh saat sedang duduk. Rekan satu tim segera memberikan pertolongan dan berupaya membawanya ke rumah sakit.
“Petugas puskesmas yang datang ke lokasi kemudian menyatakan almarhum telah meninggal dunia,” jelas Edwin.
Setelah dipastikan korban meninggal dunia, jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke Desa Palkon menuju rumah duka di Sabak Auh, Kabupaten Siak.
Atas dedikasinya dalam menjalankan tugas, Edwin berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Almarhum gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Kami kehilangan satu rekan terbaik,” pungkas perwakilan Balai Dalkarhut. ***
