Jalan Sei Gergaji-Sanglar hingga Pulau Kijang Hancur, Warga: Percuma Aja Ada Pemerintah

  • Senin, 23 Maret 2026 - 17:32 WIB

KLIKMX.COM, RETEH - Keadaan jalan lintas kecamatan yang menghubungkan Sei Gergaji menuju Sanglar hingga Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri (Inhil), kian memprihatinkan, Senin (23/3/2026).

Ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu kini berubah menjadi kubangan lumpur, penuh lubang besar, dan nyaris tak bisa dilalui kendaraan.

Honda Februari 2026

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan hancur total. Aspal tak lagi terlihat, digantikan lumpur tebal berwarna cokelat dengan genangan air di hampir seluruh permukaan. Di beberapa titik, lubang menganga cukup dalam hingga membahayakan pengendara. 


Warga bahkan terpaksa menimbun jalan menggunakan batang kelapa sebagai pijakan darurat agar kendaraan masih bisa melintas, meski dengan risiko tinggi.

Tampak sejumlah warga berkumpul di tengah jalan yang tergenang. Pengendara sepeda motor harus turun dan mendorong kendaraannya melewati lumpur, sementara mobil yang melintas bergerak perlahan dengan penuh kehati-hatian. Tak sedikit kendaraan yang terjebak, bahkan tergelincir.

Titik kerusakan terparah berada di jalur Parit Pelam menuju Pulau Kijang, tepatnya di Parit Buntung, Desa Sanglar. Di lokasi ini, kondisi jalan disebut sudah hancur lebur dan praktis tak bisa dilewati kendaraan.


“Sudah tak terhitung berapa banyak yang jatuh. Banyak yang masuk ke dalam lumpur, ada yang bawa barang dagangan, habis semua tenggelam,” ujar Syamsuddin, seorang warga dengan nada kesal.

Warga menyebut kerusakan jalan ini bukan persoalan baru. Kondisi tersebut telah berlangsung lama tanpa perbaikan berarti. Bahkan, mereka mengaku sudah mengalami pergantian hingga empat kali kepala daerah, namun jalan tersebut tak kunjung tersentuh pembangunan.

“Kami ini bayar pajak, tapi jalan seperti ini terus. Sudah empat kali ganti bupati, tetap saja dibiarkan. Kami capek, kami kecewa, percuma aja ada pemerintah, tapi tak pernah peduli dengan rakyatnya,” kata Amir Sanjaya warga lainnya dengan nada keras.

Ironisnya, di tengah ketidakpastian perbaikan, warga kini memilih bergerak sendiri. Mereka mulai menggalang donasi secara swadaya untuk memperbaiki jalan yang rusak. Aksi ini menjadi sindiran terbuka kepada pemerintah yang dinilai tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

“Kalau bukan kami yang bergerak, mau tunggu siapa lagi? Pemerintah seolah tak peduli dengan penderitaan rakyat, mereka tutup mata semua,'' ungkap Amir.

Penggalangan dana ini tak hanya menjadi upaya perbaikan darurat, tetapi juga bentuk protes atas lambannya penanganan. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital bagi mobilitas dan perekonomian warga kini justru menjadi penghambat utama.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga khawatir akses Sei Gergaji–Sanglar–Pulau Kijang akan lumpuh total, memperparah isolasi wilayah dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat setempat. tpc/mxar

 

 

 



Baca Juga