Kodam XIX/TT Gagalkan Penyelundupan 48,39 Ton Pangan Ilegal

  • Kamis, 02 April 2026 - 08:28 WIB

KLIKMX.COM, TEMBILAHAN - Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komoditas pangan ilegal seberat 48,39 ton di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Barang bukti tersebut kini telah diamankan dan diserahkan kepada Balai Karantina Provinsi Riau untuk penanganan lebih lanjut.

Honda Februari 2026

Barang bukti puluhan ton tersebut diamankan dari kapal kayu KM Anisa 89 GT 33 yang kedapatan melakukan aktivitas bongkar muat di jalur tidak resmi di kawasan Tembilahan. 


Dalam operasi tersebut, personel Deninteldam bertindak cepat menghentikan kegiatan ilegal serta mengamankan kapal berikut seluruh awaknya.

Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan berbagai komoditas pangan tanpa dokumen resmi, di antaranya bawang merah, bawang putih, bawang bombay, serta cabai kering dengan total mencapai puluhan ton. Selain itu, terdapat indikasi kuat manipulasi manifest muatan.

Komandan Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai Letkol Inf Rahim Cahyadi melalui Kapten Tumpal menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.


“Penindakan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mencegah peredaran pangan ilegal yang dapat merugikan negara dan mengganggu stabilitas harga di pasaran,” ujar Kapten Tumpal.

Tumpal menambahkan, aktivitas penyelundupan pangan tidak hanya berdampak pada potensi kerugian negara, tetapi juga berisiko merugikan petani lokal serta menciptakan ketidakstabilan distribusi komoditas di wilayah.

“Selain menyelamatkan potensi kerugian negara, langkah ini juga penting untuk melindungi petani lokal dari persaingan tidak sehat akibat masuknya komoditas ilegal,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, pada Rabu (1/4), seluruh barang bukti dengan total berat 48,39 ton telah diserahkan secara resmi kepada Balai Karantina Provinsi Riau untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan akan terus meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya di wilayah pesisir dan jalur-jalur tidak resmi yang rawan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal. 

Guna menjaga stabilitas pangan dan keamanan wilayah, Kodam XIX/TT juga akan memperkuat sinergi bersama instansi lain.

“Kami akan terus mengintensifkan operasi dan memperkuat koordinasi lintas instansi agar praktik serupa tidak kembali terjadi,” tutup Kapten Tumpal.(***) 



Baca Juga

--ads--