Ditetapkan DPO, Propam Polda Riau Belum Berhasil Temukan Bripka Andry
- Selasa, 13 Juni 2023 - 16:21 WIB
- Redaktur : Redaksi
Kabid Propam Polda Riau Kombes J Setiawan. (Foto:Klikmx.com/ist).
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Keberadaan Bripka Andry Darma Irawan terus dicari tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), buntut pengakuannya adanya setoran ke atasan Rp650 juta.
Personel Brimob yang sebelumnya berdinas di Batalyon B, Kabupaten Rohil ini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Bid Propam Polda Riau.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau Kombes J Setiawan menjelaskan, Bripka Andry merupakan personel Brimob Polda Riau mengaku memberikan setoran ke atasannya, Kompol Petrus.
Akibat pengakuannya, Kompol Petrus sudah dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Batalyon B Pelopor Menggala Junction Rokan Hilir. "Kompol ini dicopot sejak Maret, saat berada di tempat khusus (Patsus) pada 8 Juni 2023," ungkap Kabid Propam kepada Pekanbaru MX di Mapolda Riau, Selasa (13/6/2023).
Selain Kompol Petrus, turut tujuh personel lainnya diproses atas dugaan pelanggaran etika karena memberikan uang hingga Rp650 juta kepada Kompol Petrus. "Upaya pencarian Bripka Andry dilakukan sejak ditetapkan sebagai DPO. Kami sedang mencari dengan cara-cara yang kita laksanakan," kata Kabid Propam.
Pihaknya, lanjut Kabid Propam, sudah berupaya menghubungi Bripka Andry sejak ditetapkan sebagai DPO. "Kami memang bisa menghubungi dan berkomunikasi dengan dia, tapi tetap saja tidak menemukan keberadaannya," terang Kabid Propam.
Saat komunikasi dengan Bripka Andry tersambung, kadang dimatikan, kadang ditutup dan kadang saat tersambung tidak dijawab.
Sebelumnya, Setiawan menyebut Bripka Andry per 8 Juni 2023 sudah tidak masuk 57 hari kerja. Andry diduga ikut menyetor kepada Kompol Petrus bersama sejumlah personel Brimob lainnya dengan total Rp650 juta.
Dugaan itu bukan isapan jempol belaka karena Andry sudah mengunggah bukti percakapan dan transfer. Dalam percakapan itu, Kompol Petrus meminta sejumlah kepada Bripka Andry. Permintaan itu terjadi dalam beberapa tahun belakangan dengan ragam alasan.
Andry memposting bukti itu karena tidak terima dimutasi ke Batalyon A Pelopor di Pekanbaru. Andry merasa apa yang dilakukan tidak dihargai dan merasa dibuang dengan adanya mutasi pada Maret itu.
Andry mengaku sudah mengadu ke Komandan Satuan Brimob dan Kapolda Riau. Hanya saja tidak ada solusi yang menenangkannya sehingga membeberkan apa yang dialami selama ini.***
