Wahid Pulang Disambut Pendukungnya. Yakin Tidak Bersalah
- Rabu, 11 Maret 2026 - 12:14 WIB
- Reporter : Fanny Rizano
- Redaktur : Yendra
Abdul Wahid dan dua tersangka saat tiba di bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.
KLIKMX.COM, PEKANBARU -- Kepulangan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid ke Pekanbaru disambut para pendukungnya.
Abdul Wahid tiba di Kota Pekanbaru, Rabu (11/3/2026). Dia dibawa ke Pekanbaru untuk menjalani proses peradilan tindak pidana korupsi (tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Tak hanya Abdul Wahid, KPK juga membawa Kadis PUPR-PKPP Provinsi Riau nonaktif M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam.
Diketahui, ketiganya menjadi tersangka dalam kasus korupsi pemerasan dalam anggaran proyek di Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.
Saat ditemui awak media, juru bicara sekaligus koordinator Gerakan Keadilan untuk Abdul Wahid, Rinaldi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum yang saat ini berada di Jakarta untuk mempersiapkan pembelaan dalam sidang pokok perkara.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pengacara yang dalam hal ini masih di Jakarta untuk melakukan konsolidasi. Tim hukum menyatakan sangat siap menghadapi sidang pokok materi," ujar Rinaldi.
Menurutnya, tim pendukung bersama kuasa hukum juga mengklaim telah menemukan sejumlah hal baru yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam pembelaan di persidangan.
"InsyaAllah kami telah menemukan hal-hal baru yang nantinya bisa menjadi senjata pamungkas di persidangan untuk menunjukkan bahwa Abdul Wahid tidak bersalah," ujarnya.
Rinaldi menegaskan, keyakinan tersebut juga datang dari orang-orang terdekat Abdul Wahid yang menilai tuduhan yang diarahkan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan dirinya.
"Ini menjadi keyakinan dari orang-orang terdekat bahwa beliau memang tidak melakukan dan tidak ada hubungan dalam tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada beliau," terangnya.
Terkait kedatangan Abdul Wahid di Pekanbaru, Rinaldi menyebut kehadiran para pendukung di bandara maupun rumah tahanan merupakan bentuk solidaritas spontan dari masyarakat.
"Solidaritas itu tidak terkoordinasi. Siapa saja yang ingin datang menjemput atau memberikan dukungan silakan saja. Kami juga menerima banyak video yang menunjukkan masyarakat menyambut beliau di rutan," ucapnya.
Namun, Rinaldi mengaku tidak sempat berkomunikasi langsung dengan Abdul Wahid setibanya di Pekanbaru karena pengawalan petugas yang cukup ketat.
"Tidak ada komunikasi langsung. Sepertinya memang dibatasi atau sudah diatur," tuturnya.
Meski demikian, ia memastikan kondisi kesehatan Abdul Wahid dalam keadaan baik. Bahkan, beberapa hari sebelum dipindahkan ke Pekanbaru, Abdul Wahid disebut sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
"Alhamdulillah sehat-sehat saja. Informasi terakhir beliau juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Mayapada beberapa hari lalu," pungkasnya.(***)
