Perwira Polda Riau Diperiksa Propam Usai Video Viral Minta Uang tentang Mutasi

  • Senin, 05 Juni 2023 - 16:25 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Seorang perwira polisi berpangkat komisaris polisi (Kompol) menjalani pemeriksaan di Bidang Divisi Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau. Polisi berinisial PHS itu berhadapan dengan Propam setelah adanya video viral pengakuan anggota polisi Bripka ADI.

Di video itu, ADI menyebutkan atasannya minta setoran agar tidak dimutasi. Baik ADI maupun PHS diketahui sebelumnya sama-sama bertugas di Brimob Polda Riau Batalyon B, yang berada di Kabupaten Rokan Hilir.

Honda Juni 4

Kabid Propam Polda Riau Kombes J Setiawan menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mendalami kasus yang viral di media sosial.


Kombes J Setiawan mengatakan, penanganan terhadap Kompol PHS dan Bripka ADI berawal dari adanya mutasi 34 orang yang berdinas di Batalyon B Sat Brimob Polda Riau.

Puluhan personel itu sebut Kabid Propam, di bulan Maret 2023 lalu ke Batalyon A Pekanbaru.

Namun, setelah keluar surat mutasi oknum Bripka ADI tidak masuk dinas sampai hari ini. "Memang ada mutasi 34 personel Brimob Bataliyon B di bulan Maret ke Batalyon A Pekanbaru. Sebanyak 14 di antaranya rombongan ADI," ungkap Kabid Propam, Senin (5/6/2023) di kantornya.


Oknum PHS jelas Kabid Propam merupakan Danyon Batalyon B Satbrimob Polda Riau dan Bripka ADI adalah bawahannya. Menyoal keterangan Bripka ADI, Kompol  PHS saat ini sedang diproses Wakrap untuk didalami keterangannya.

"Kompol PHS sebelumnya sudah dicopot dari jabatannya di bulan Maret," ungkap Kabid Propam.

Sementara itu, Bripka ADI, saat ini disebut melarikan diri atau disersi dari tugasnya, setelah mutasi penempatan di Bataliyon A Pekanbaru.

Paska dimutasi, Bripka ADI lanjut Kabid Propam sedang menjalani tiga kasus, pertama sudah selesai ketika dimutasi rutin dia tidak masuk.

"Hukumannya penempatan khusus (pansus) satu hari, penundaan kenaikan pangkat 1 tahun," terang Kabid Propam.

Keduanya, lanjut Kombes J Setiawan, terkait absensi dan ketiga terkait proses di Wakrap.

Ditanya pengakuan Bripka ADI, adanya setoran agar dirinya tidak dimutasi. Saat ini Bid Propam Polda Riau sedang melakukan proses pendalaman.

Untuk Kompol PHS sendiri, dia telah dilakukan pemeriksaan di Propam Polda Riau.

"Untuk setoran masih kita dalami, Kompol sudah kita periksa. Tapi tiba-tiba Bripka ADI memviralkan," ungkap Kabid Propam.

Hasil penelusuran, lanjut Kabid Propam, diketahui bahwa Bripka ADI memang banyak memiliki masalah antara lain, dia memiliki hutang di mana-mana.

"Dia sempat bermasalah, pertama pelanggaran disiplin, dia kabur, serta disersi. Karena sampai saat ini yang bersangkutan tidak masuk dinas," jelas Kabid Propam.

Untuk mendalami kasus ini, tim Bid Propam juga sudah meminta keterangan sebanyak 8 orang saksi-saksi.

"Saksi-saksi ini rekan Bripka ADI yang terkena mutasi. Kami akan dalami keterangan semua pihak," ungkap Kabid Propam.

Sebelumnya sebut Kabid Propam, permasalahan ini sudah ditangani Dansat Brimob.

"Sebenarnya terkait ini kasus ini sudah kita proses sejak Maret, karena ada pengaduan kepada pimpinan dan juga sudah ditangani Dansat Brimob," lanjut Kabid Propam.

Bripka ADI sebelumnya juga sudah diproses ditanggal 13 Maret, karena tidak masuk dinas dan sudah diputus pada sidang. Namun, saat putusan yang bersangkutan tidak hadir.

"Sesuai LP tanggal 23 Maret hitungannya dia tidak masuk dinas 13 hari," terang Kabid Propam.

Terkait viralnya keterangan ADI, atas dugaan adanya oknum atasan meminta uang. Pihaknya akan memprosesnya untuk dibuktikan dipersidangan. "Untuk pembuktian ada di sidang," tegas Kabid Propam.

Sementara itu, terhadap Bripka ADI sendiri saat ini sedang dilakukan pencarian untuk dilakukan proses selanjutnya. "Sudah kita lakukan pencarian namun yang bersangkutan tidak ada di Manggala, Rohil," pungkasnya.

Pernyataan Bripka ADI di-posting melalui akun Instagram memposting dirinya diminta sejumlah uang oleh Kompol PHS agar tidak dimutasi dari Bataliyon B.

Dalam postingannya, Bripka ADI mengawali "Ijin menyampaikan,". "Saya Bripka Andry Darma Irawan, S.A.P". 

"Saya sebelumnya berdinas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau yang berada di Menggala Junction Kabupaten Rokan Hilir".

"Saya dimutasi Demosi tanpa ada kesalahan dari Batalyon B Pelopor ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru". 

"Hari Jum'at tanggal 3 Maret 2023 Sprint Mutasi keluar dan hari Rabu tanggal 8 Maret 2023 saya sudah Penghadapan ke tempat baru". 

"Karena saya mengurus ibu kandung yang sedang sakit komplikasi,"

Di bagian yang sama Bripka ADI menyebut "Saya sudah melakukan semua perintah Danyon saya, dari pengajuan proposal pembangunan polindes ke Pemda Rohil dan sudah terbangun klinik tersebut dikantor Batalyon". 

"Selain itu saya juga diminta mencarikan uang dari luar oleh Danyon dan sudah saya setorkan sebesar 650 juta ada bukti-bukti transfernya".(***)



Baca Juga

--ads--