- Beranda
- Hukum & Kriminal
- Gajah Ditemukan Mati dalam Keadaan Kepala Terpotong di Areal PT RAPP
Gajah Ditemukan Mati dalam Keadaan Kepala Terpotong di Areal PT RAPP
- Kamis, 05 Februari 2026 - 16:44 WIB
- Reporter : Hendra & Said
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PELALAWAN - Bau tak sedap menjadi awal ditemukannya seekor gajah dalam keadaan mati di kawasan hutan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Mirisnya, saat pertama kali ditemukan, kondisi satwa dilindungi tersebut sangat memprihatinkan karena ditemukan dalam keadaan kepala terpotong.
Peristiwa itu pertama kali disaksikan oleh Winarno, warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi. Penasaran dengan sumber bau busuk, ia terkejut saat menemukan seekor gajah sudah mati dalam posisi duduk dengan kondisi kepala terpisah dari tubuhnya.
Bangkai gajah tersebut ditemukan di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, pada Senin malam (2/2/2026).
Winarno mengaku tidak mengetahui penyebab kematian gajah tersebut dan langsung melaporkannya kepada pihak keamanan setempat. ''Saya mencium aroma busuk dari dalam hutan. Setelah dicek, ternyata ada gajah yang sudah mati. Saya langsung melaporkannya,” ujar Winarno.
Keesokan harinya, Selasa (3/2/2026), Kasat Reskrim Polres Pelalawan bersama personel Polsek Ukui mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan pengecekan.
Selanjutnya, pada Rabu (4/2/2026), tim gabungan dari Satreskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditreskrimsus Polda Riau, Tim Labfor Polda Riau, serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan kegiatan nekropsi di tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata STrK SIK MH, menyesalkan ditemukannya seekor gajah dalam kondisi yang sangat mengenaskan tersebut.
“Gajah tersebut ditemukan mati dengan bagian kepala sudah terpotong dan berada dalam posisi duduk. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini, termasuk olah TKP dan pengambilan keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya.
Sebagai langkah awal penyelidikan, tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin oleh Iptu Imam Yusuf Hanura SH, telah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah untuk dilakukan pengujian di laboratorium.
Sementara itu, pihak PT RAPP menyatakan telah berkoordinasi dengan Polres Pelalawan guna membantu proses penyelidikan. “Kami akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini,” ujar Humas PT RAPP.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata menegaskan pihaknya terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian satwa dilindungi tersebut.
“Kami akan terus melakukan upaya untuk melindungi satwa liar yang ada di wilayah kami,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan atau mengetahui adanya tindak pidana, khususnya yang berkaitan dengan satwa dilindungi, dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110.
Kasus ini menambah daftar kematian gajah di wilayah tersebut. Sebelumnya, seekor gajah jantan bernama Rahman juga ditemukan mati dan diduga akibat diracun pada 12 Januari 2024. ***
