Mendagri akan Kunker ke Riau, OPD Siapkan Laporan Program Strategis Nasional

  • Selasa, 09 Juni 2026 - 16:10 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana akan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Riau. Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Haryanto pada kegiatan ekspose perkembangan program strategis nasional yang digelar di Kantor Gubernur Riau, Selasa (9/6/2026).

Kepada jajarannya, Plt Gubri meminta agar seluruh jajarannya di organisasi perangkat daerah (OPD) segera menyiapkan data dan laporan perkembangan berbagai Program Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di daerah.

Honda Juni 2 2026

Beberapa program strategis nasional yang ada di Riau di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta Kampung Nelayan.


Saat kunjungan Mendagri berlangsung, seluruh OPD diminta untuk mempersiapkan laporan secara lengkap dan sesuai kondisi di lapangan dan mampu menjelaskan progres program nasional secara rinci.

"Dalam waktu dekat Menteri Dalam Negeri akan melakukan kunjungan ke Provinsi Riau. Saya ingin kita menyiapkan laporan terkait perkembangan program strategis nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan di daerah," kata SF Hariyanto saat memimpin rapat.

Selain itu, seluruh OPD terkait juga diminta untuk tidak hanya dapat menyelesaikan administrasi, tetapi juga harus memahami perkembangan program secara menyeluruh. 


Ia menilai, bahwa kesiapan data menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam mengawasi pelaksanaan program nasional.

Menurutnya, data yang disampaikan kepada pemerintah pusat harus valid dan tidak direkayasa. Laporan yang akurat justru akan menunjukkan bahwa Pemprov Riau aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program di daerah.

"Karena kita tidak mau ketika ditanya terkait Koperasi Desa Merah Putih, datanya tidak lengkap. Tentu yang malu juga Pemprov Riau. Artinya kalau data kita lengkap, Pemprov Riau telah melakukan pengawasan perkembangan program tersebut di daerah. Jangan ada yang direkayasa, sampaikan saja apa adanya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Riau, Zulfadli, memaparkan perkembangan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat kurang mampu.

Menurut Zulfadli, Sekolah Rakyat dibangun melalui dua skema, yakni sekolah rintisan dan sekolah permanen. Konsep tersebut disesuaikan dengan kesiapan daerah serta kebutuhan masyarakat setempat.

"Ya, kami telah melakukan ekspose tentang kesiapan Sekolah Rakyat di Provinsi Riau. Jadi Sekolah Rakyat itu ada dua jenis, yakni rintisan dan permanen," ujarnya.

Saat ini, kata Zulfadli, terdapat tiga Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan di Riau. Dua sekolah berada di Kota Pekanbaru dan satu lainnya berada di Kabupaten Rokan Hilir.

"Di Riau saat ini ada tiga Sekolah Rakyat rintisan. Dua di Kota Pekanbaru dan satu di Kabupaten Rokan Hilir," jelasnya.

Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen juga sedang berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi. Progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 65 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang.

"Untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing terus berjalan. Progresnya sudah mencapai 65 persen. Insyaallah untuk tahun ajaran baru nanti sudah bisa beroperasi," katanya.

Tak hanya itu, Kementerian Sosial juga berencana menambah lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu sebagai bagian dari perluasan program nasional tersebut.

Zulfadli berharap seluruh program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah pusat dapat berjalan lancar di Provinsi Riau. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Kami berharap semua program strategis nasional bisa berjalan lancar di Provinsi Riau. Ini merupakan tujuan mulia dari Bapak Presiden Prabowo, sehingga pemerintah daerah mendukung penyediaan lahan dan pemerintah pusat menyiapkan kebutuhan programnya," pungkas Zulfadli. ***



Baca Juga

--ads--