Jelang Pilrek Unri 2026, IKA FISIP Dorong Calon Rektor Siapkan Kampus Hadapi Tantangan Global
- Kamis, 11 Juni 2026 - 17:42 WIB
- Reporter : Hendra Bakti Nainggolan
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Riau (Unri) periode 2026-2030. Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FISIP UNRI di Warung Kopi Rimba, Kampus FISIP Unri menggelar diskusi bertajuk “Quo Vadis Unri: Tantangan Rektor Universitas Riau” di Warung Kopi Rimba, Kampus FISIP Unri, Kamis (11/6/2026).
Forum yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi ruang bertemunya alumni, akademisi, mahasiswa dan bakal calon rektor untuk membahas berbagai persoalan strategis yang akan dihadapi Universitas Riau pada masa mendatang.
Empat bakal calon rektor hadir dalam kegiatan itu, yakni Prof Dr Iwantono, MPhil, Prof Dr Elfizar, SSi MKom, Prof Dr Nofrizal, SPi MSi dan Prof Ahmad Fadli, ST MR PhD.
Ketua Panitia, Zainuddin, mengatakan pemilihan rektor merupakan momentum penting yang akan menentukan arah pembangunan Universitas Riau dalam lima tahun ke depan. Karena itu, menurutnya, seluruh elemen kampus termasuk alumni perlu memberikan kontribusi pemikiran.
"Rektor yang akan memimpin UNRI ke depan harus mampu menjawab tantangan zaman. Tidak hanya memahami kebutuhan internal kampus, tetapi juga mampu membawa Universitas Riau bersaing di tingkat nasional maupun internasional," kata Zainuddin.
Berbagai isu yang dibahas dalam diskusi ini mulai dari tata kelola universitas, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia hingga strategi menghadapi persaingan perguruan tinggi di era globalisasi.
Zainuddin menilai alumni memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal perkembangan almamater, sehingga berbagai masukan yang muncul dalam forum diharapkan dapat menjadi referensi bagi para calon rektor dalam menyusun visi dan program kerja.
"Hasil diskusi ini bukan untuk mendukung kandidat tertentu, tetapi memberikan masukan agar siapapun yang terpilih nantinya mampu membawa Universitas Riau menjadi lebih maju dan berdaya saing," ujarnya.
Acara ini dipandu Dr Rendi Prayuda, MSi, hadir sebagai keynote speaker yakni Prof Dr Ashaluddin Jalil, MS.
Diskusi semakin menarik saat sejumlah tokoh turut menyampaikan pandangannya, di antaranya Prof Dr Ali Yusri, MS, Ketua IKA FISIP UNRI Rahmad Gusra dan Presiden BEM UNRI Muhammad Azhari.
Mewakili Dekan FISIP UNRI, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP UNRI, Dr Saiman Pakpahan, MSi, mengapresiasi inisiatif IKA FISIP dalam menghadirkan ruang diskusi yang sehat dan konstruktif.
Kampus kata Saiman, sangat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk membangun Universitas Riau yang lebih baik, termasuk kontribusi pemikiran dari para alumni.
"Forum seperti ini sangat positif karena menghadirkan berbagai perspektif untuk kemajuan kampus. Yang dibahas bukan siapa yang akan menang, tetapi bagaimana Universitas Riau dapat berkembang lebih baik di masa depan," ungkapnya.
Dari diskusi yang dilaksanakan ini para peserta sepakat bahwa kemajuan Universitas Riau tidak hanya ditentukan oleh sosok rektor yang terpilih, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh elemen kampus dalam menjaga budaya akademik, keterbukaan dan inovasi.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber serta foto bersama seluruh peserta yang hadir dalam diskusi tersebut. ***
