Kapolda Riau Dapat Restu Menhut, Bayi Gajah Betina di TNTN Diberi Nama Nona Seroja

  • Kamis, 11 Juni 2026 - 14:30 WIB

KLIKMX.COM, PELALAWAN - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, merestui Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memberikan nama “Seroja" untuk bayi gajah betina yang belum lama ini lahir di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan.

Irjen Herry mengungkapkan pemberian nama tersebut bukan sekadar penamaan biasa, dengan harapan nama Nona Seroja tersebut menjadi simbol optimisme sekaligus harapan baru bagi masa depan konservasi gajah Sumatera di Bumi Lancang Kuning.

honda Juni 3

"Sebelum menetapkan nama tersebut, saya juga menyampaikan dan meminta izin kepada Menteri Kehutanan Bapak Raja Juli Antoni. Alhamdulillah beliau berkenan dan menyetujui nama yang kami usulkan," kata Irjen Herry Heryawan, Kamis (11/6/2026).


Filosofi nama Nona Seroja jelas Kapolda sangat erat dengan kondisi Tesso Nilo saat ini. Karena bunga seroja dikenal tumbuh dari lumpur yang keruh, namun mampu mekar dengan indah dan bersih di atas permukaan air.

"Sama seperti itu, anak gajah ini lahir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Tesso Nilo, namun kehadirannya membawa harapan baru. Nona Seroja melambangkan kemurnian, ketahanan, dan keindahan. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah segala kekacauan, alam selalu memberi kesempatan bagi harapan untuk tumbuh dan mekar," ujarnya.

Ia memaknai kelahiran Nona Seroja menjadi bukti bahwa alam masih memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk memperbaiki dan menjaga kelestarian kawasan konservasi yang menjadi habitat gajah Sumatera.


Irjen Herry juga mengingatkan beberapa waktu lalu kita berduka atas berbagai ancaman yang menimpa satwa liar di Tesso Nilo. 

“Hari ini Allah SWT menghadirkan kabar gembira melalui kelahiran Nona Seroja. Ini simbol bahwa harapan untuk menjaga kelestarian Tesso Nilo masih hidup dan harus terus diperjuangkan bersama," katanya.

Artinya, tegas Kapolda, penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan satwa liar juga harus dilakukan secara tegas dan berkelanjutan. Selain tugas bersama menjaga kelestarian gajah Sumatera serta melindungi habitatnya. 

Melihat kondisi dilapangan, Polda Riau, kata Irjen Herry, akan terus memperkuat upaya perlindungan satwa liar melalui pendekatan Green Policing, yakni konsep pemolisian yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari keamanan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Terkait penanganan kasus perdagangan gading gajah, saat ini, sebut Kapolda penyidik akan menerapkan instrumen Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) guna menelusuri dan merampas aset hasil kejahatan.

"Kami tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga akan mengikuti aliran uangnya. Kejahatan terhadap satwa liar adalah kejahatan terhadap masa depan lingkungan. Karena itu, melalui pendekatan Green Policing dan Green Financial Crime, kami berkomitmen memutus rantai kejahatan ini sampai ke akar-akarnya, termasuk aset dan keuntungan yang diperoleh dari perdagangan satwa liar," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut baik nama yang diberikan Kapolda Riau kepada bayi gajah tersebut.

Menurut Raja Juli, Nona Seroja merupakan nama yang indah dan sarat makna bagi semangat pelestarian satwa liar serta lingkungan hidup.

"Saya setuju dengan nama yang diberikan Kapolda Riau. Nona Seroja adalah nama yang indah, cantik, dan memiliki makna yang dalam. Nama itu mencerminkan harapan, kelembutan, sekaligus ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Semoga Nona Seroja tumbuh sehat dan menjadi simbol optimisme bagi masa depan konservasi gajah Sumatera," ujarnya.
 

Raja Juli mengatakan, kehadiran Nona Seroja adalah kabar bahagia bagi Indonesia. Menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan “Seroja" dan gajah-gajah lainnya dapat hidup aman di habitatnya. Karena konservasi bukan hanya menjaga satwa, tetapi menjaga masa depan generasi yang akan datang

“Kelahiran anak gajah tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kawasan konservasi dan melindungi satwa liar harus terus dilakukan secara konsisten oleh seluruh pihak,” tutup Menhut.***



Baca Juga

--ads--