Hanyut 3 Kilometer, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Siak
- Jumat, 07 Agustus 2026 - 12:58 WIB
- Reporter : Bakti & Irvan
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, SIAK - Setelah tiga hari dilakukan pencarian, MS (13), bocah yang tenggelam di Sungai Siak, Kabupaten Siak, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung sekitar tiga kilometer dari lokasi awal tenggelam, Jumat dini hari (7/8/2026).
MS ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 04.38 WIB di permukaan Sungai Siak, sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian di depan Taman Singapur, ke arah hulu.
“Korban berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian sekitar pukul 04.38 WIB. Korban ditemukan mengapung di permukaan Sungai Siak, sekitar tiga kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah hulu,” kata Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi kepada Klikmx.com
Sebelumnya, MS dilaporkan tenggelam pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Saat itu, korban sedang berenang bersama dua orang temannya di Sungai Siak.
Namun, kondisi air sungai yang sedang pasang tinggi membuat korban hanyut dan tenggelam.
Informasi kejadian kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru dari BPBD Kabupaten Siak. Enam personel rescue langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan.
Pencarian dilakukan selama tiga hari hingga akhirnya korban ditemukan mengapung di permukaan sungai.
“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Siak untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Budi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah rangkaian pencarian selesai.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas sinergi dan kerja sama selama proses pencarian,” ujarnya.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, Polres Siak, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Siak, BPBD Kabupaten Siak, Polair Siak, serta masyarakat setempat.
Budi juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika kondisi air sedang pasang atau arus cukup deras.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai. Terlebih ketika air sedang pasang dan arus deras, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” pungkasnya. ***
