Simbol Matinya Hati Nurani
Bakar Keranda, Massa Desak Pelindo Perawang Diaudit
- Selasa, 07 April 2026 - 13:39 WIB
- Reporter : Irvan Z
- Redaktur : Andra
KLIKMX.COM, TUALANG - Massa yang tergabung dari kalangan buruh, masyarakat dan organisasi terlihat membakar keranda di depan gerbang Pelindo Regional 1, Terminal Peti Kemas Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Selasa (7/4/2026).
Dengan api berkobar digerbang milik BUMN itu, terlihat massa merangsek hingga satpam dan pihak kepolisian mundur ke belakang.
Hal itu juga dikarenakan guna menjauhi dari kobaran api yang berbahan dari kayu, ban dan spanduk tersebut.
Septian Hutabarat, salah satu orator aksi menegaskan bahwa kedatangan mereka murni demi keadilan. "Bagaimana kami bisa sekolah kalau orang tua kami tidak bisa bekerja di tanah sendiri, sesuai aturan yang berlaku di sini. Kami meminta pihak kepolisian mengaudit atau mengusut tuntas jika ada tindakan yang mengandung unsur pidana, jangan sampai perusahaan tak berizin diterima, ada apa ini," desaknya dengan tegas.
Sementara itu, Kordinator Aksi Unggal Gultom menegaskan bahwa pembakaran keranda mayat ini, sebagai simbol matinya hati nurani menejemen Pelindo Perawang terhadap masa aksi dan masyarakat.
Ia menilai PT Pelindo kongkolikong serta diduga ada praktik anak emaskan salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan milik negara tersebut.
"Kita mempertanyakan keberadaan stockpile cangkang PT KIMI yang diduga belum memiliki izin lengkap. Kami tidak ridho jika perusahaan ini tidak mematuhi aturan pemerintah setempat yaitu Kabupaten Siak," ujarnya.
Masa aksi semakin panas karena di hadapkan dengan Satpam Pelindo Perawang serta pihak Polres Siak yang berjaga di lokasi aksi.
"Kami bukan anak-anak. Kami ingin berbicara dengan orang yang bertanggung jawab, bukan security (satpam), pelindo ini milik rakyat," teriaknya.
Mendengar teriakan massa, pihak manajemen PT Pelindo dan KSOP Pekanbaru keluar menemui masa aksi.
General Manager Pelindo Regional 1 Pekanbaru Yulfiatmi menyambut baik kritikan yang disampaikan sebagai bentuk koreksi bagi instansinya.
"Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan koreksi. Kami tegaskan bahwa tidak ada diskriminasi dalam operasional kami, mari kita bicarakan di dalam agar penjelasan lebih detail," jelasnya.
Penelik Keselamatan KSOP Kelas 2 Pekanbaru Anwar menyampaikan mengapresiasi para peserta aksi. ''Kehadiran Pelindo pada dasarnya bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat luas," ujarnya
Mendengar itu, massa mulai melunak dan mau melakukan mediasi, perwakilan tujuh orang dari massa aksi masuk ke gedung Pelindo Perawang guna membuat kesepakatan. Massa menuntut PT KIMI untuk stop beroperasi sampai izin lengkap dan menuntut masih minimnya tenaga kerja lokal di PT Pelindo Perawang. ***
