Manggala Agni dan Tim Gabungan Berhasil Padamkan Sejumlah Titik Api di Bengkalis

  • Senin, 06 April 2026 - 16:21 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Personel Manggala Agni dan tim gabungan berhasil memadamkan sejumlah titik api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Senin (6/4/2026).

Kendati demikian, tim gabungan masih tetap berjibaku untuk memadamkan api di beberapa lokasi yang tersisa.

Honda Februari 2026

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa operasi pemadaman yang dilakukan oleh tim Manggala Agni bersama unsur terkait terus berjalan hingga Senin (6/4/2026).


Satu regu bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Pekanbaru, di Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, masih melakukan pemadaman dengan dukungan alat berat untuk pembuatan embung sebagai sumber air. 

“Proses pemadaman belum optimal. Karena embung yang dibuat masih menunggu terisi air. Besok pagi akan dicoba skema pemadaman dengan memindahkan pompa jinjing mendekati kepala api, memanfaatkan sumber air dari embung,” ujar Ferdian.

Sementara itu, kabar baik datang dari Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Setelah delapan hari operasi intensif yang melibatkan empat tim gabungan dari berbagai daerah, kebakaran di lokasi tersebut dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya.


“Lokasi kebakaran di Titi Akar sudah tuntas, clear and clean,” tegas Ferdian.

Hasil serupa juga terjadi di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Setelah dilakukan pendinginan (mopping up) dan penilaian menyeluruh, titik api di wilayah tersebut dipastikan telah padam.

Namun demikian, upaya pemadaman masih terus dilakukan di beberapa titik lainnya. Di Desa Sekodi dan Desa Kelemantan Barat, Kecamatan Bengkalis, tim gabungan masih melakukan pemadaman lanjutan. Operasi di Sekodi turut dibantu water bombing dari udara.

Bergerak ke wilayah Kelemantan Barat, tim menghadapi kendala angin kencang yang menyebabkan api sempat melewati sekat yang telah dibuat. Selain itu, keterbatasan sumber air juga menjadi tantangan dalam upaya memperluas sekat bakar.

“Selain pemadaman darat, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga telah dilakukan dengan satu kali penerbangan (sortie) di wilayah Dumai–Rupat. Namun hingga malam hari, belum ditemukan potensi awan yang dapat dimanfaatkan untuk hujan buatan,” kata Ferdian.

Untuk memperkuat penanganan, satu regu tambahan dari Daops Siak diterjunkan ke Desa Kembung Luar, Bengkalis. Sementara itu, tim bantuan dari Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan Sarolangun, Jambi, mulai ditarik setelah menyelesaikan tugasnya.

Ferdian, menjelaskan saat ini fokus penanganan karhutla dipusatkan di wilayah Bengkalis dengan total kekuatan empat regu yang tersebar di Desa Palkun, Kelemantan, Sekodi, dan Kembung Luar.

“Kami terus berupaya maksimal dan memohon doa serta dukungan dari semua pihak, agar penanganan karhutla ini dapat segera tuntas,” pungkas Ferdian. ***



Baca Juga

--ads--